Transformasi Politeknik Jadi Universitas Terapan, Poltek Prisain Karawang Siap Cetak Sejarah Baru Vokasi

LAPORAN KHUSUS

Rakernas V Perkumpulan Politeknik Swasta  Indonesia di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 14–17 Oktober 2026.


MAKASSAR, majalahperjuangan.com – Perkumpulan Politeknik Swasta (Pelita) Indonesia kembali mengobarkan semangat pembaruan dalam dunia pendidikan vokasi tanah air. Mengusung langkah berani dan visioner, Pelita Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 14–17 Oktober 2026.


Forum strategis ini menjadi ajang konsolidasi nasional untuk memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sekaligus mengawal arah transformasi besar: mengubah politeknik menjadi Universitas Terapan.


Dengan mengusung tema "Penguatan Ekosistem Vokasi: Menyongsong Transformasi Politeknik Menjadi Universitas Terapan", perhelatan ini dihadiri langsung oleh 48 pimpinan dan perwakilan dari 35 perguruan tinggi politeknik swasta anggota Pelita Indonesia dari seluruh penjuru Nusantara.


Politeknik Maritim AMI Makassar bertindak sebagai tuan rumah yang sukses menyambut para pimpinan vokasi ini. Kegiatan resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026) oleh Staf Ahli Kemendiktisaintek, Prof. Dr.-Ing. Ir. Nandy Setiadi Djaya Putra, mewakili Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.


Direktur Poltek Prisain, Liya Yulia, S.HI., M.Kesos., bersama Wadir Bidang Keuangan, SDM, dan Sarpras, Dedeh Amanah, S.H., M.Kom., saat menghadiri Rakernas.


Komitmen Tangguh Mewujudkan Universitas Terapan


Direktur Eksekutif Pelita Indonesia, Ginanjar Wiro Sasmito, menegaskan bahwa perubahan politeknik menjadi universitas terapan bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang harus terus diperjuangkan bersama. Gagasan ini sejalan dengan aspirasi yang sebelumnya telah disuarakan Pelita Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI, serta sangat relevan dengan penyusunan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).


"Isu Universitas Terapan ini sangat layak dan akan terus kita gaungkan! Ini sejalan dengan aspirasi resmi Pelita Indonesia di Komisi X DPR RI. Terlebih lagi, RUU Sisdiknas saat ini membutuhkan masukan substantif, kritikan membangun, serta saran nyata dari kita pelaku lapangan," tegas Ginanjar penuh optimisme.


Ketua Umum Pelita Indonesia, Shalfi Andri, menambahkan bahwa Rakernas ini merupakan kompas penentu arah gerak organisasi ke depan demi menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah dan regulator.


Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Raksasa Teknologi


Untuk mematangkan konsep besar ini, Rakernas V menghadirkan para pakar lintas sektor:

* Arah Kebijakan Pemerintah: Prof. Nandy Setiadi Djaya Putra memaparkan peta jalan dan regulasi pemerintah dalam menyambut era Universitas Terapan.

* Kesetaraan Akademis: Guru Besar Politeknik Negeri Ujung Pandang, Prof. Rusdi Nur, Ph.D., mengupas tuntas kesetaraan derajat antara universitas konvensional dan universitas terapan.

* Kesiapan Industri Teknologi: M. Edward Ranggong dari Google Indonesia membeberkan strategi membangun ekosistem kampus terapan berbasis teknologi masa depan.


Ruang diskusi juga diperkaya melalui sharing session pengelolaan kelembagaan dari pimpinan Politeknik ATMI Surakarta, Politeknik IDN, dan Politeknik Dewantara.


Sikap Tegas & Komitmen Poltek Prisain Karawang


Kehadiran para pimpinan perguruan tinggi daerah menjadi bukti nyata kuatnya dukungan terhadap gerakan transformasi ini. Hadir langsung dalam forum strategis tersebut, Direktur Politeknik Prisain Karawang, Ibu Liya Yulia, S.HI., M.Kesos., didampingi Wakil Direktur Bidang Keuangan, SDM, dan Sarpras, Ibu Dedeh Amanah, S.H., M.Kom.


Liya Yulia menegaskan, keterlibatan Poltek Prisain dalam Rakernas V di Makassar ini membawa energi positif dan optimisme tinggi untuk membawa perubahan besar pada dunia pendidikan vokasi di Karawang dan sekitarnya.


"Hadir langsung dalam Rakernas V Pelita Indonesia memberi kami rasa optimisme yang sangat besar. Atmosfer konsolidasi antar-pimpinan politeknik swasta se-Indonesia begitu hangat dan solid. Ini bukan sekadar forum pertemuan tahunan, melainkan wadah perjuangan bersama untuk menaikkan kelas pendidikan vokasi di tanah air," ungkap Liya Yulia.


Menanggapi wacana utama transformasi politeknik menuju Universitas Terapan, Liya Yulia menyampaikan pandangan mendalam dan sikap tegasnya:


"Gagasan transformasi politeknik menjadi Universitas Terapan adalah langkah besar yang sangat relevan dan dinantikan. Bagi kami di Poltek Prisain Karawang, ini bukan cuma perubahan nama atau label kelembagaan, melainkan pengakuan setara terhadap kualitas dan lulusan pendidikan vokasi. Industri saat ini butuh SDM yang ahli secara praktis sekaligus adaptif dengan teknologi. Konsep Universitas Terapan adalah jawaban paling tepat untuk kebutuhan era ini," terangnya secara lugas.


Bawa Oleh-Oleh Strategis untuk Pembangunan Vokasi di Daerah


Paska penyelenggaraan Rakernas V, Direktur Poltek Prisain Karawang memastikan hasil rumusan dan wawasan dari forum nasional ini akan langsung diimplementasikan dalam tata kelola institusi yang dipimpinnya.


"Sepulang dari Rakernas V ini, ada banyak oleh-oleh pemikiran strategis yang siap kami eksekusi di Karawang. Pembekalan dari Kemendiktisaintek, akademisi, hingga pimpinan Google Indonesia makin memperjelas peta jalan kami. Poltek Prisain siap memperkuat ekosistem kurikulum berbasis teknologi, mempererat kemitraan industri, serta menata tata kelola kampus yang makin modern dan adaptif," tutup Liya Yulia penuh semangat.


Melalui perhelatan Rakernas V ini, Pelita Indonesia bersama Politeknik Prisain Karawang menegaskan komitmen untuk terus merapatkan barisan, menyatukan langkah, dan mencetak sejarah baru: mewujudkan pendidikan vokasi Indonesia yang unggul, relevan dengan industri, dan siap bersaing di tingkat global!



(Tim Redaksi).


0 Komentar