![]() |
| Kadisdikbud Karawang Drs Wawan Setiawan Natakusumah, MM. |
LAPORAN KHUSUS
KARAWANG, majalahperjuangan.com | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang resmi merombak total struktur koordinasi pengawasan Sekolah Dasar (SD). Sistem lama berbasis kecamatan (Korwilcambidik) kini dilebur menjadi Koordinator Wilayah Pendidikan (Korwildik), di mana satu Korwildik bertanggung jawab mengampu tiga kecamatan sekaligus.
Langkah efisiensi ini mengubah peta pembinaan 950 SD yang tersebar di 30 kecamatan di Karawang. Dari perombakan tersebut, terbentuk 10 Korwildik dengan beban wilayah berkisar 81 hingga 116 sekolah.
Kepala Disdikbud Karawang, Drs Wawan Setiawan Natakusumah, MM., menegaskan bahwa perubahan ini disesuaikan dengan kebutuhan riil serta penyebaran sekolah di lapangan.
“Korwildik ini pola baru koordinasi kita. Jika dulu berbasis satu kecamatan, sekarang satu Korwildik membawahi tiga kecamatan,” ujar Wawan, Senin (5/10/2026).
Pembagian 10 Wilayah Korwildik Karawang
* Korwildik I (116 SD): Karawang Barat (51 SD), Telukjambe Timur (43 SD), Rawamerta (22 SD).
* Korwildik II (93 SD): Karawang Timur (44 SD), Majalaya (24 SD), Telagasari (25 SD).
* Korwildik III (81 SD): Telukjambe Barat (30 SD), Pangkalan (29 SD), Tegalwaru (26 SD).
* Korwildik IV (99 SD): Klari (54 SD), Purwasari (28 SD), Ciampel (17 SD).
* Korwildik V (100 SD): Cikampek (33 SD), Kotabaru (40 SD), Tirtamulya (27 SD).
* Korwildik VI (90 SD): Jatisari (32 SD), Banyusari (21 SD), Cilamaya Wetan (37 SD).
* Korwildik VII (94 SD): Cilamaya Kulon (30 SD), Lemahabang (32 SD), Tempuran (32 SD).
* Korwildik VIII (93 SD): Rengasdengklok (36 SD), Kutawaluya (29 SD), Jayakerta (28 SD).
* Korwildik IX (92 SD): Cibuaya (24 SD), Pedes (40 SD), Cilebar (28 SD).
* Korwildik X (92 SD): Pakisjaya (22 SD), Batujaya (40 SD), Tirtajaya (30 SD).
Dorong Komunikasi Dua Arah dan Respon Cepat
Perubahan ini tidak sekadar berganti nama, melainkan memperkuat peran Korwildik sebagai garda terdepan pembinaan dan pengawasan. Wawan menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki tantangan dan dinamika tersendiri yang membutuhkan penanganan fleksibel.
“Setiap wilayah punya karakteristik berbeda. Adanya Korwildik membuat arus informasi dari sekolah ke dinas jauh lebih cepat, sehingga kendala di lapangan bisa segera ditangani,” jelasnya.
Sistem baru ini juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah. Korwildik tidak hanya menyalurkan kebijakan dari atas, tetapi juga menyerap aspirasi dan persoalan riil yang dihadapi para pendidik di sekolah.
Melalui pemetaan baru ini, Disdikbud Karawang optimistis pembinaan terhadap ratusan sekolah dasar dapat berjalan lebih terarah, merata, dan responsif.
(Ahasan/Red).

0 Komentar