![]() |
| Kepala Diskominfo Kabupaten Karawang, Poltak S.M.L Toruan, S.STP., M.M. |
JURNAL KAMPUS
KARAWANG, majalahperjuangan.com. – Pemanfaatan teknologi digital kini bukan lagi sekadar urusan mencari hiburan, melainkan gerbang utama untuk mengasah keterampilan dan melejitkan potensi daerah. Semangat inilah yang mengemuka dalam Workshop Digitalisasi dan Literasi Digital hasil kolaborasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Karawang, Kamis (29/10/2026).
Kepala Diskominfo Kabupaten Karawang, Poltak S.M.L Toruan, S.STP., M.M., menegaskan bahwa partisipasi aktif warga dalam mengasah keahlian digital adalah bentuk investasi jangka panjang. Di tengah tantangan perampingan organisasi dan keterbatasan anggaran, penguasaan keterampilan praktis seperti fotografi, videografi, serta jurnalistik menjadi modal krusial.
"Keterampilan digital tidak hanya memperkuat kerja organisasi di tingkat lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat," ujar Poltak dalam sambutannya. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan ruang berkreasi harus terus dibuka lebar agar warga siap menjawab tantangan zaman.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum Komunikasi KIM Kabupaten Karawang, Yadi Supriyadi, menggarisbawahi peran strategis KIM sebagai jembatan informasi antara pemerintah daerah dan warga desa. KIM bertugas mengolah serta menyebarluaskan kebijakan dinas, mengabarkan kegiatan desa, hingga mempromosikan produk unggulan dan potensi lokal ke khalayak luas.
Guna memperluas jangkauan, KIM mengoptimalkan berbagai platform digital seperti KIMDIGI, kanal resmi KIM.ID, hingga media sosial seperti Facebook dan Instagram. Pergeseran pola konsumsi media sosial—yang kini dominan digunakan sebagai sumber mencari informasi—menjadi celah potensial yang dimanfaatkan KIM untuk membangun dokumentasi dan citra positif desa.
Saat ini, gerakan KIM telah mengakar di 19 desa di Kabupaten Karawang dan terus bertambah. Ke depan, Diskominfo bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berkomitmen memperluas pembentukan KIM ke seluruh desa. Bahkan, Karawang menargetkan diri menjadi representasi terbaik Provinsi Jawa Barat dalam pengembangan literasi informasi berbasis masyarakat.
Tidak hanya memberdayakan warga desa, forum ini juga membuka ruang sinergi dengan dunia pendidikan. Diskominfo Karawang menyatakan keterbukaannya untuk menerima mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Politeknik Prisain dalam program magang industri. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan digital antara akademisi dan pemerintah.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, literasi digital di Karawang tidak lagi berhenti pada kemampuan mengoperasikan gawai, melainkan mendorong masyarakat menjadi produsen konten yang bernilai ekonomi, adaptif, dan mampu membawa desanya berdaya saing di era digital.
Reporter: Kania
Editor: Redaksi majalahperjuangan.com


0 Komentar