Mengurai Isu Viral LKS hingga Menakar Keberlanjutan Mutu Pendidikan di Karawang
Oleh: Redaksi MajalahPerjuangan.com
KARAWANG — Gelombang informasi di media sosial belakangan ini menyita perhatian publik Karawang. Narasi mengenai janji Bupati Karawang yang akan "menggratiskan Lembar Kerja Siswa (LKS)" mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua murid dan praktisi pendidikan. Namun, kehebohan tersebut dinilai lahir dari bias pemahaman visual yang beredar di ruang publik.
Aktivis Sosial Karawang sekaligus bagian dari keluarga besar pendidik, Tatang Obet, memberikan klarifikasi mendasar terkait kesimpangsiuran informasi tersebut. Menurutnya, ada ketidaksesuaian antara narasi tulisan yang beredar di media sosial dengan dokumentasi visual yang ditampilkan.
"Antara kutipan pernyataan tentang 'LKS gratis' dengan gambar yang ditayangkan itu tidak sama. Dalam visualnya, terlihat jelas Bupati Karawang secara simbolis menyerahkan Buku Modul, bukan buku LKS. Ini dua hal yang sangat berbeda secara pedagogis dan harus diluruskan agar masyarakat tidak salah paham," tegas Tatang Obet saat diwawancarai MajalahPerjuangan.com, di Caffe Jalan Siliwangi, Karawang. Senin (10/8) sore.
![]() |
| Sumber: https://www.instagram.com/reel/DbLePdtlJ-6/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=NTc4MTIwNjQ2YQ== |
Modul Karya Lokal: Dedikasi FKKG SD dan MGMP SMP
Modul yang dimaksud sejatinya bukan sekadar cetakan komersial, melainkan buah karya mandiri para pendidik yang tergabung dalam Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) SD dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP di Kabupaten Karawang.
Modul ajar ini disusun sistematis sesuai karakteristik peserta didik daerah, selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas dan pemahaman mendalam. Kehadirannya telah menjadi kompas belajar yang memandu ribuan siswa tanpa harus membebani orang tua dengan biaya buku komersial yang mahal.
Atas dasar efektivitas dan kebermanfaatan nyata tersebut, Tatang Obet mendorong agar Pemerintah Kabupaten Karawang tidak menghentikan program yang sudah berjalan baik ini.
"Kami meminta Bupati Karawang untuk melanjutkan program Buku Modul hasil karya FKKG SD dan MGMP SMP. Modul ini adalah wujud kedaulatan karya guru-guru kita sendiri yang terbukti efektif di lapangan," ujarnya.
Inovasi Buku Tulis Gratis: Sinergi CSR untuk Pendidikan
Tidak berhenti pada pemanfaatan modul, gagasan humanis melengkapi kebutuhan dasar siswa juga disuarakan. Modul ajar yang terstruktur tetap membutuhkan media pendamping agar anak-anak tidak kehilangan keterampilan dasar menulis tangan (handwriting).
Untuk itu, diajukan usulan konkrit:
Program Buku Tulis Gratis bagi seluruh siswa pendidikan dasar di Karawang. Agar tidak memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pendanaannya disarankan memanfaatkan skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari kawasan industri Karawang yang luas.
PETA SINERGI SARANA BELAJAR:
* BUKU MODUL (FKKG SD & MGMP SMP)
> Didanai/difasilitasi daerah
> Peta panduan belajar terstruktur
> Karya orisinal guru lokal
* BUKU TULIS GRATIS (SKEMA CSR)
> Tanpa membebani APBD/Dana BOS
> Melatih motorik & ingatan
> Ruang eksplorasi gagasan siswa
Langkah ini dinilai menjadi solusi cerdas yang memadukan kepedulian sosial dunia usaha dengan kebutuhan riil di ruang-ruang kelas.
Catatan Redaksi: Merawat Esensi Pedagogi
Perjuangan meningkatkan mutu pendidikan di daerah tidak selalu berarti membuang sarana lama dan menggantinya dengan hal baru yang serba instan. Mempertahankan buku tulis di samping pemanfaatan modul yang terstruktur adalah bukti kearifan pedagogi yang berpijak pada tumbuh kembang anak secara utuh.
Melalui modul, siswa diajak memahami peta konsep dan ilmu pengetahuan. Melalui buku tulis, jemari mereka dilatih mengikat ilmu, merangkum gagasan, dan mengasah daya ingat jangka panjang.
Dengan menjaga keseimbangan kedua instrumen ini, Karawang tidak hanya mengajarkan anak-anaknya apa yang harus dipelajari, tetapi juga membentuk mentalitas mereka tentang bagaimana cara berpikir, berkarya, dan berdiri mandiri di masa depan.***


0 Komentar