Doa Bersama dan Pelepasan Resmi Kontingen MAN Bandung Barat Menuju PORSENI Madrasah Tingkat Jawa Barat


BANDUNG BARAT, majalahperjuangan.com – Atmosfer haru dan membakar semangat menyelimuti Lapangan Upacara MAN Bandung Barat, Jumat (21/8/2026). Ribuan siswa kelas X hingga XII bersama jajaran dewan guru dan tenaga kependidikan berkumpul dalam satu barisan, menyatukan tekad dan mengundurkan doa bagi pelepasan resmi Kontingen PORSENI Madrasah Tingkat Jawa Barat.


Bukan sekadar seremonial rutin, momen ini menjadi pembuktian bahwa perjuangan para atlet dan seniman muda di arena kompetisi adalah perjuangan kolektif seluruh keluarga besar madrasah.



Kepala MAN Bandung Barat, H. Ali Mursid, S.Pd., M.M.Pd., secara resmi melepas kontingen dengan amanat yang membakar dada. Ia mengingatkan bahwa medali tertinggi yang harus dibawa pulang adalah akhlak dan reputasi almamater.


“Kalian melangkah membawa nama besar MAN Bandung Barat. Bertandinglah dengan percaya diri, disiplin, dan sportivitas. Jadikan ajang ini bukan sekadar mengejar kemenangan, tapi arena menempa mental, mempererat persaudaraan, dan menunjukkan bahwa siswa madrasah adalah generasi berkarakter unggul,” tegas Ali Mursid.



Melengkapi kesiapan teknis, dimensi spiritual diperkuat melalui doa bersama yang dipimpin Pembina Keagamaan, Jajat Sudrajat. Menurutnya, latihan keras adalah ikhtiar bumi, sementara doa adalah pasrah diri pada kehendak langit.


“Doa adalah pelengkap ikhtiar. Kita mohon keselamatan, kemudahan, dan keteguhan hati—baik saat meraih kemenangan maupun ketika menghadapi ujian di lapangan,” ungkap Jajat.


Dukungan penuh dari almamater ini memantik semangat membara di dada para peserta. Syarqia, wakil madrasah di cabang Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ), menyampaikan kesiapannya bertarung membawa nama baik sekolah.


“Kami bangga mendapat kepercayaan ini. Insyaallah kami akan memberikan yang terbaik, bertanding dengan jujur, dan membawa pulang hasil yang membanggakan. Mohon doa restunya,” tutur Syarqia mantap.


Langkah kaki kontingen MAN Bandung Barat kini tak lagi terasa berat. Di balik pundak mereka, ada riuh sorak, harapan, dan jutaan doa yang melangit dari seluruh warga sekolah. Selamat berjuang, ukir prestasi, dan harumkan nama madrasah di panggung Jawa Barat! 


(Ali Akbar/Red)


0 Komentar