KARAWANG, majalahperjuangan.com – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, SMAN 1 Rawamerta menyambut kehadiran 352 putra-putri terbaik daerah dengan semangat baru. Ratusan peserta didik baru ini mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar di kampus hijau SMAN 1 Rawamerta, Dusun Garunggung, Desa Panyingkiran, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (15-17 Juli 2026) ini berjalan dengan sangat lancar dan tertib. Berbeda dengan era lama yang identik dengan tekanan fisik, MPLS di sekolah ini tampil dengan wajah baru: humanis, edukatif, dan menginspirasi.
Kepala SMAN 1 Rawamerta, Aris Pratiwi, S.Pd., M.Pd., melalui Bidang Humas, Harismunandar, S.Pd., menegaskan bahwa orientasi sekolah saat ini difokuskan pada hal-hal operasional yang membangun kedewasaan berpikir siswa.
"Pesan dari Kepala Sekolah sangat jelas, jalannya dinamika pendidikan di lingkungan sekolah harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan sedapat mungkin menghindari segala bentuk kekerasan atau perpeloncoan seperti zaman dulu," ujar Harismunandar saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/7/2026).
Haris menjelaskan, para guru yang bertugas menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter. Fokus utama materi diarahkan untuk menanamkan kedisiplinan, ketertiban, sopan santun, serta penguatan akhlak mulia, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
Rangkaian Kegiatan yang Komprehensif
Selama tiga hari, para siswa disuguhi materi yang padat dan bergizi untuk bekal mereka bertumbuh.
* Hari Pertama (Rabu, 15/7): Fondasi awal dibangun langsung oleh Kepala Sekolah bersama Guru BK dan jajaran guru bidang. Mereka memberikan pemahaman mendalam terkait kedisiplinan, tata tertib, dan adaptasi pola pembelajaran di tingkat SMA.
* Hari Kedua (Kamis, 16/7): Sekolah berkolaborasi dengan lintas instansi demi membentengi masa depan remaja. Kepala UPTD Puskesmas Rawamerta hadir memaparkan materi penting seputar kesehatan remaja. Sementara itu, Kapolsek Rawamerta turun langsung memberikan edukasi mengenai bahaya nyata narkoba serta pentingnya adab dan tertib berlalu lintas.
* Hari Ketiga (Jumat, 17/7): Suasana menjadi lebih dinamis saat para Guru Pembina mengenalkan berbagai potensi non-akademik melalui kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari Paskibra, olahraga, kesenian, hingga penerapan ajaran agama di sekolah. Sebagai penutup yang memotivasi, acara diakhiri dengan Masa Orientasi Pendidikan Kepramukaan (MOPK) untuk mengasah jiwa kepemimpinan siswa.
Kini, setelah melewati tiga hari yang penuh pembelajaran inspiratif, 352 siswa baru tersebut akan dibagi ke dalam 10 ruang kelas paralel. Mereka telah resmi bertransformasi dan siap melangkah mantap untuk mengikuti proses belajar-mengajar pada hari berikutnya.
Sebuah awal perjalanan yang humanis demi mencetak generasi bangsa yang tangguh dan berakhlak mulia di Karawang.
Smanesta, semakin terdepan !!
(Redaksi)



0 Komentar