BANDUNG BARAT, majalahperjuangan.com — Evaluasi kinerja bukan sekadar urusan memindahkan dokumen ke atas meja penilai. Lebih dari itu, ia adalah cermin jujur untuk menakar sejauh mana sebuah lembaga pendidikan bergerak membawa perubahan. Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Empat Tahunan di Aula MAN Bandung Barat, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat namun hangat ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian kepemimpinan kepala madrasah. Lebih dari sekadar pemenuhan regulasi, PKKM menjadi ajang pembuktian atas tata kelola pendidikan yang akuntabel, profesional, dan berorientasi pada mutu layanan bagi peserta didik.
Hadir dalam pembukaan, tim penilai yang dipimpin Pengawas Pembina MAN Bandung Barat, Drs. H. Rohidin, M.Pd.I., didampingi Drs. Ahmad Rosidin, M.Si. Tak berjalan searah, proses penilaian ini juga melibatkan jajaran pimpinan, dewan guru, tenaga kependidikan, unsur Komite Madrasah, hingga perwakilan Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Bandung Barat. Keterlibatan lintas unsur ini memastikan evaluasi berjalan objektif, komprehensif, dan menyentuh realitas di lapangan.
Pelaksanaan PKKM empat tahunan sendiri merupakan amanat Kementerian Agama untuk mengukur efektivitas kepemimpinan dalam empat pilar utama: manajerial, supervisi, pengembangan kewirausahaan, dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Dalam arahannya, Ketua Tim Penilai, Drs. H. Rohidin, M.Pd.I., menegaskan bahwa PKKM tidak boleh dijebak dalam formalitas administratif semata.
"PKKM bukanlah kegiatan mencari-cari kekurangan, melainkan proses evaluasi yang objektif untuk melihat sejauh mana program madrasah berjalan sesuai standar. Kami berharap ini menjadi ruang refleksi sekaligus pemantik semangat agar kualitas pengelolaan madrasah terus naik kelas," tegas Rohidin.
Ia pun mengapresiasi kesiapan MAN Bandung Barat yang tak hanya rapi secara administratif, tetapi juga mampu menunjukkan bukti fisik (eviden) dari berbagai program unggulan yang telah dirasakan manfaatnya oleh warga madrasah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN Bandung Barat, H. Ali Mursid, S.Pd., M.M.Pd., menegaskan bahwa tumpukan dokumen dan capaian yang dinilai hari ini bukanlah kerja perorangan, melainkan buah dari keringat bersama.
"Keberhasilan madrasah tidak pernah lahir dari tangan satu orang. Apa yang kami sajikan hari ini adalah buah kerja keras, dedikasi, dan sinergi seluruh guru, tenaga kependidikan, komite, serta warga madrasah. Hasil penilaian ini akan kami jadikan bahan cermin untuk terus berbenah," ungkap Ali Mursid lugas.
Usai sesi pembukaan, suasana aula berubah menjadi ruang diskusi yang hidup. Verifikasi dokumen, telaah bukti fisik, hingga wawancara mendalam dilakukan di setiap meja komponen—mulai dari kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, hubungan masyarakat, hingga administrasi. Para wakil kepala madrasah dan guru pendamping mempresentasikan tiap capaian dengan lugas.
Anggota tim penilai, Drs. Ahmad Rosidin, M.Si., menyoroti pentingnya merawat budaya dokumentasi dan tata kelola yang hidup dalam manajemen madrasah modern.
"Yang kami uji bukan cuma tebalnya berkas, tapi bagaimana program itu benar-benar bernapas dan berdampak nyata bagi murid dan lingkungan sekolah. Komitmen dan keterbukaan tim di sini patut kita apresiasi," tutur Ahmad Rosidin di sela-sela pemeriksaan.
Proses evaluasi yang berlangsung tertib dan kolaboratif ini mencerminkan transparansi tata kelola di MAN Bandung Barat. Catatan dan rekomendasi konstruktif yang lahir dari PKKM ini nantinya akan dijadikan pijakan awal untuk melompat lebih tinggi.
Melalui evaluasi empat tahunan ini, MAN Bandung Barat kembali menegaskan komitmennya: terus merawat semangat perbaikan berkelanjutan demi melahirkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing—sejalan dengan visi Kementerian Agama mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.
(Ali Akbar/Red)




0 Komentar