Jaga Bumi dari Sekolah: Sinergi MAN Bandung Barat dan Bening Saguling Foundation Semai Karakter Peduli Lingkungan


BANDUNG BARAT, majalahperjuangan.com
— Komitmen menjaga kelestarian bumi tak cukup sekadar wacana di dalam ruang kelas. Langkah nyata dan kesadaran bersama adalah kunci utamanya. Semangat inilah yang terus dihidupkan oleh MAN Bandung Barat, sekolah berpredikat Madrasah Adiwiyata yang konsisten menanamkan karakter hijau kepada para siswanya.


Guna memperkuat gerakan tersebut, MAN Bandung Barat menerima bantuan fasilitas tempat pemilahan sampah dari Bening Saguling Foundation. Penyerahan bantuan diselenggarakan secara hangat di lapangan sekolah pada Kamis (23/7/2026), disaksikan langsung oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, jajaran guru, serta ratusan perwakilan siswa kelas X, XI, dan XII.


Bagi Kepala MAN Bandung Barat, H. Ali Mursid, S.Pd., M.M.Pd., bantuan sarana fisik ini bukan sekadar pelengkap fasilitas sekolah, melainkan sebuah amanah besar untuk membentuk karakter generasi penerus.


"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas sinergi dari Bening Saguling Foundation serta DLH Bandung Barat. Bantuan ini menjadi amunisi penguat komitmen kami sebagai Madrasah Adiwiyata. Kami ingin membiasakan anak-anak memilah sampah sejak dari tempat mereka belajar, hingga menjadi tindakan nyata dalam keseharian," ungkap H. Ali Mursid.


Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter peduli lingkungan harus melampaui batas dinding kelas. Melalui pembiasaan rutin, kebersihan dan kepedulian lingkungan diharapkan tak lagi menjadi tuntutan, melainkan kebutuhan hidup. *"Ketika kebiasaan baik ini mengakar, anak-anak kita akan tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas," tambahnya optimis.


Konsistensi yang Membuah Kepercayaan

Pemilihan MAN Bandung Barat sebagai penerima bantuan bukan tanpa alasan. Perwakilan Bening Saguling Foundation, Kang Indra, menyebutkan bahwa konsistensi madrasah ini dalam mengedukasi siswa menjadi daya tarik utama.


"MAN Bandung Barat tak hanya bangga dengan gelar Adiwiyata, tapi benar-benar membuktikannya lewat gerakan yang melibatkan seluruh warga sekolah. Bantuan ini adalah bentuk apresiasi kami agar semangat menjaga lingkungan di sini terus menyala dan menularkan inspirasi ke sekolah-sekolah lain di Bandung Barat," jelas Kang Indra.


Menurutnya, perubahan besar selalu berawal dari konsistensi melakukan hal-hal kecil. Fasilitas yang diberikan diharapkan mampu memicu perubahan perilaku nyata dari seluruh warga sekolah.


Pelopor Budaya Hijau dari Bangku Sekolah

Sinergi ini menyulut semangat baru di kalangan pendidik. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Deddy Sutanto, S.Pd., menegaskan bahwa para siswa merupakan garda terdepan dalam merawat lingkungan. Fasilitas baru ini akan langsung diintegrasikan dengan program-program pembentukan karakter siswa yang sudah berjalan.


"Fasilitas ini akan kami optimalkan. Kami ingin para siswa tidak hanya paham teori peduli lingkungan, tetapi juga mahir memilah sampah, menekan penggunaan plastik, dan menjadi teladan di rumah maupun lingkungan tempat tinggal mereka," tegas Deddy.


Atmosphere lapangan sekolah siang itu terasa hidup dan penuh antusiasme. Usai penyerahan, para siswa tampak cermat mengikuti sosialisasi pemilahan sampah sesuai jenisnya—sebuah langkah kecil yang menandai dimulainya kebiasaan baru.


Kolaborasi tiga pilar—MAN Bandung Barat, Bening Saguling Foundation, dan DLH Bandung Barat—membuktikan bahwa merawat bumi memerlukan kerja gotong royong. Lewat kesadaran yang terus disemai, MAN Bandung Barat mantap melangkah: mencetak generasi unggul tak hanya secara akademik, tetapi juga tangguh dan penuh kasih dalam menjaga alam.



(Ali Akbar/Red)


0 Komentar