Lawan Hoaks dengan "Kesejukan": Sinergi Hangat Kapolda Kepri dan Da’i Kamtibmas di Meja Kopi

Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. saat menyampaikan pesan dalam acara caffe morning bersama Da'i Kamtibmas.


Batam, majalahperjuangan.com – Di balik riuh rendahnya deru mesin industri dan ambisi investasi di Kepulauan Riau, ada satu hal yang tak boleh dibeli dengan harga apa pun: Ketenangan Bathin dan Kedamaian Sosial.


Menyadari hal tersebut, Selasa (7/4/2026) pagi, Lobby Utama Polda Kepri berubah menjadi ruang diskusi yang hangat. Bukan rapat formal yang kaku, melainkan sebuah Coffee Morning yang penuh makna. Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., duduk melingkar bersama para penjaga moral umat—para Da’i Kamtibmas—untuk merajut strategi melawan satu musuh bersama di era digital: Disinformasi.


Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. saat foto bersama Da'i Kamtibmas.


Bukan Sekadar Ngopi, Tapi Mitigasi Hati

Di tengah aroma kopi yang mengepul, Irjen Pol. Asep Safrudin berbicara lugas namun menyentuh. Baginya, tantangan hari ini bukan lagi sekadar gangguan fisik, melainkan serbuan informasi yang "setengah matang", disalahartikan, bahkan sengaja digoreng untuk memicu perpecahan.


"Informasi yang tidak benar itu seperti api di dalam sekam. Jika kita diamkan, ia bisa meluluhlantakkan rasa aman masyarakat. Di sinilah peran para Kyai, Ustadz, dan Nyai menjadi sangat krusial sebagai 'pemadam' melalui lisan yang menyejukkan," ujar Kapolda.


Beliau menegaskan bahwa stabilitas keamanan adalah napas bagi ekonomi Kepri. Tanpa rasa aman, investor akan angkat kaki, dan kesejahteraan rakyat bakal teruji. Itulah mengapa, Da’i Kamtibmas diposisikan sebagai garda terdepan, bukan hanya sebagai pendakwah di atas mimbar, tapi sebagai penyeimbang arus informasi di media sosial yang kian liar.


Tokoh agama. Kyai Agus Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I. bersama Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., usai acara Coffee Morning


Suara Langit untuk Kedamaian Bumi

Dukungan penuh datang dari para tokoh agama. Kyai Agus Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I. bersama Nyai Rofi dan puluhan tokoh lainnya tampak hadir memberikan komitmen nyata. Bagi mereka, menjaga kondusivitas wilayah adalah bagian dari ibadah.


“Tantangan kita hari ini adalah jempol yang lebih cepat dari akal sehat di media sosial. Kami (Da’i Kamtibmas) berkomitmen untuk terus meluruskan yang bengkok dan mendinginkan yang panas. Kritik boleh, tapi harus konstruktif dan tetap dalam koridor hukum,” tegas Kyai Agus Yusuf dengan nada tenang namun berwibawa.


Sinergi ini menjadi bukti bahwa antara umaro (pemimpin) dan ulama di Kepulauan Riau tidak ada sekat. Mereka sepakat: Kepri harus tetap menjadi rumah yang nyaman bagi siapa pun yang ingin membangun masa depan.


Pesan Humanis: Jangan Ragu Melapor

Menutup kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., memberikan pesan yang sangat  relatable bagi masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab kolektif.

* Butuh Bantuan? Call Center 110 siaga 24 jam.

* Ingin Praktis? Gunakan aplikasi Polri Super Apps di smartphone Anda.


"Jangan ragu melapor. Polri hadir bukan untuk ditakuti, tapi untuk melindungi dan melayani. Mari kita jaga Kepri dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih," tutupnya.


Pertemuan pagi itu diakhiri dengan jabat tangan erat. Sebuah potret harmonis yang memberikan sinyal kuat: Di Kepulauan Riau, provokasi tak akan mendapat tempat, karena doa dan sinergi terus dipanjatkan.


Polri Untuk Masyarakat !!


(Sumber: Bid.Humas Polda Kepri).

0 Komentar