
Wakil Ade pimpin Gotong-royong, tingkatkan jalan menuju areal sawah.
KARAWANG – Di tengah kepungan modernisasi, deru mesin ekskavator, dan hiruk-pikuk industri, warga Dusun Cilempuk, Desa Purwamekar, Kabupaten Karawang, membuktikan bahwa kekuatan terbesar sebuah bangsa masih terletak pada satu hal: Gotong Royong.
Sabtu siang (2/5), matahari tepat berada di atas kepala, namun semangat puluhan petani di bawah komando Ketua RW 03, Ade Daniar, tak surut sedikit pun. Dengan cangkul di tangan dan peluh yang membasahi kening, mereka bahu-membahu melakukan pengurugan dan pengerasan Jalan Usaha Tani (JUT).
Bukan sekadar menimbun tanah, setiap sekop yang diangkat adalah investasi masa depan bagi kedaulatan pangan lokal.
![]() |
| Lokasi Gotong-royong. |
Berdikari dari Kantong Sendiri
Ada pesan mendalam di balik debu jalanan siang itu. Kegiatan ini tidak menunggu uluran tangan atau kucuran dana birokrasi. Inilah bukti kemandirian nyata.
"Sumber anggaran kegiatan ini murni dari partisipasi warga dan para pemilik sawah," ungkap Ade Daniar yang biasa disapa "Wakil' Ade ini, dengan nada lugas usai memimpin kerja bakti.
Sebanyak 15 orang warga terlibat langsung. Mereka sadar bahwa jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 1,5 meter ini adalah urat nadi perekonomian mereka. Jika jalan bagus, biaya angkut hasil panen terpangkas, dan kesejahteraan petani akan terangkat.
Menjemput Harapan, Menata Infrastruktur
Meski mandiri, warga tetap memiliki visi ke depan. Pengurugan badan jalan selebar 1,5 meter ini merupakan langkah awal (prakondisi) sebelum masuk ke tahap pengerasan permanen.
Wakil Ade ini menjelaskan bahwa dirinya telah melayangkan usulan ke Dinas PKPP Karawang Tahun Anggaran 2026. Targetnya jelas:
* Pengecoran JUT: Panjang 300 m x Lebar 1,2 m.
* Ketebalan: 0,15 m.
* Bahu Jalan: 15 cm di sisi kiri dan kanan.
"Harapannya, pemerintah daerah bisa merespons cepat swadaya yang sudah dimulai oleh masyarakat ini," pungkasnya.
Catatan Redaksi
Apa yang terjadi di Cilempuk adalah tamparan sekaligus inspirasi. Di saat banyak pihak lebih gemar menuntut, warga Purwamekar justru memilih untuk memberi. Mereka tidak hanya membangun jalan, tapi sedang membangun peradaban yang solid.
Jika satu dusun kecil sanggup bergerak bersama, bayangkan apa yang bisa dicapai bangsa ini jika semangat yang sama menular ke seluruh pelosok negeri.
Terus berjuang, Petani Cilempuk!
---
Laporan: Hamid
Editor: Redaksi Majalah Perjuangan

0 Komentar