Camat Rawamerta Jawab Kritik: Menunggu Sarpras, Gerai UMKM Target Beroperasi Agustus 2026

Camat Rawamerta, Dadan Nurdiansyah, S.IP., M.Kesos.


(LIPUTAN KHUSUS)


KARAWANG – Gedung Sentra UMKM Rawamerta yang berdiri megah di halaman kantor kecamatan sempat memicu tanda tanya besar. Bangunan yang menelan anggaran APBD 2025 senilai ratusan juta rupiah tersebut tampak membisu, kontras dengan semangat pemberdayaan ekonomi yang digelorakan pemerintah daerah. Namun, teka-teki "museum kosong" itu kini mulai terjawab.


Kritik Warga dan Sorotan Jurnalis

Sebelumnya, masyarakat sempat mengeluhkan kondisi gedung yang hanya ramai saat seremoni tahunan seperti PATEN. Ketua Jaringan Wartawan Indonesia (JWI) Karawang, Hamid Hermawan, pun melayangkan surat konfirmasi resmi untuk menagih transparansi dan kemanfaatan aset negara tersebut agar tidak menjadi proyek mubazir yang hanya membuang keringat rakyat.


"Kita tidak ingin gedung ini hanya jadi penjaga gerbang. Rakyat butuh bukti, bukan sekadar simbol beton," tegas Hamid.


Jawaban Camat: Bukan Mangkrak, Tapi Belum "Siap Tempur"

Merespons sorotan tajam tersebut, Camat Rawamerta, Dadan Nurdiansyah, S.IP., M.Kesos,  akhirnya angkat bicara. Ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (13/5), Dadan memberikan penjelasan lugas terkait kondisi gedung yang masih melompong.


Ia mengakui bahwa gedung tersebut memang belum difungsikan secara maksimal. Alasannya klasik namun krusial: fasilitas penunjang yang belum memadai.


"Untuk Gerai UMKM memang betul belum difungsikan. Kenapa sampai saat ini belum terpakai? Karena sarana dan prasarana pendukungnya seperti etalase, lemari es, kulkas, hingga meja dan kursi belum lengkap," ungkap Dadan secara lisan kepada Tim Redaksi Majalah Perjuangan.


Dadan menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Saat ini, permohonan pengadaan sarana tersebut tengah diajukan ke Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Karawang. Ia ingin saat gerai dibuka nanti, fasilitasnya sudah benar-benar representatif untuk memajukan produk lokal.


Optimisme Agustus: Menampung Potensi 13 Desa

Rawamerta bukanlah wilayah miskin potensi. Tercatat ada sekitar 300 pelaku UMKM yang tersebar di 13 desa. Meski gedung yang ada tidak mungkin menampung seluruhnya, Dadan berkomitmen menjadikan tempat ini sebagai display produk unggulan pilihan.


Dadan pun mematok target tinggi sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada publik. Ia berjanji bahwa bulan Agustus 2026 akan menjadi titik balik bagi ekonomi Rawamerta.


"Saya targetkan Agustus 2026, Gerai UMKM yang sudah terbangun di depan kantor kecamatan sudah bisa terpakai oleh masyarakat," pungkasnya dengan nada optimis.


Catatan Redaksi: Menagih Janji, Membangun Harapan

Penjelasan Camat Rawamerta membawa angin segar sekaligus tantangan. Target Agustus 2026 kini menjadi "janji suci" yang ditunggu oleh ratusan pelaku usaha di Rawamerta.


Kita tentu mendukung langkah Camat dalam melengkapi fasilitas. Namun, publik akan terus mengawal agar tenggat waktu tersebut tidak bergeser lagi. Rakyat tidak hanya butuh gedung yang lengkap dengan kulkas dan kursi, tapi mereka butuh komitmen berkelanjutan agar ekonomi di "Kota Santri" ini benar-benar naik kelas.


Agustus 2026 tinggal menghitung bulan. Mari kita lihat, apakah gedung itu akan mulai beraroma kopi dan riuh dengan transaksi, atau kembali terjebak dalam sepi.


 (Red/Hamid)

0 Komentar