Benteng Berlapis di 17 Kecamatan: Ikhtiar Purwakarta Amankan Hewan Kurban dari Ancaman PMK

Kepala Diskanak Kabupaten Purwakarta, Helmi Setiawan.

PURWAKARTA
– Hitung mundur menuju Hari Raya Idul Adha selalu dibarengi dengan lonjakan mobilitas ternak. Ribuan ekor hewan kurban mulai memasuki wilayah Kabupaten Purwakarta. Di tengah situasi ini, ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi momok yang mengintai.


Menyadari keterbatasan personel tak boleh jadi alasan untuk kecolongan, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta mengambil langkah taktis. Mereka resmi membentuk dan melatih kader Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) yang tersebar di 17 kecamatan. Langkah ini menjadi strategi jemput bola untuk memperketat barisan pertahanan kesehatan hewan di akar rumput.



Gotong Royong Menjaga Altar Ibadah

Kamis (21/5/2026), Aula Kantor Diskanak Purwakarta tampak lebih sibuk dari biasanya. Puluhan perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), jajaran Polres, BPBD, hingga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkumpul dalam satu meja. Mereka menyamakan frekuensi dalam acara pembekalan dan sosialisasi terpadu.


Kepala Diskanak Kabupaten Purwakarta, Helmi Setiawan, tidak menampik adanya tantangan geografis dan keterbatasan SDM yang dihadapi instansinya. Menurutnya, mengawasi seluruh sudut Purwakarta menjelang Lebaran Kurban adalah misi yang mustahil jika hanya mengandalkan petugas dinas.


"Lapak pedagang musiman pasti banyak tersebar di 17 kecamatan menjelang hari raya, sehingga tidak mungkin semuanya kami awasi sendiri. Kami sangat berharap bapak dan ibu yang diundang sebagai kader Kesmavet bisa membantu kami di bidang ini," ujar Helmi dengan nada optimis.


Bagi Diskanak, kader Kesmavet dan pengurus DKM bukan sekadar undangan, melainkan "mata dan telinga" pemerintah di lapangan. Merekalah yang akan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi penyebaran penyakit.


Kenali Gejalanya, Jangan Ragu Melapor

Dalam pembekalan tersebut, para kader dibekali kemampuan membaca sinyal bahaya pada ternak. Helmi mengimbau masyarakat dan kader untuk jeli melihat kondisi fisik hewan kurban yang dijajakan di lapak-lapak musiman.


Mulut Berbusa: Salah satu indikasi kuat adanya infeksi atau luka di area mulut akibat PMK.


Kondisi Lemas: Hewan terlihat lesu, tidak nafsu makan, hingga ambruk dan tidak bisa berdiri.


"Jika melihat ciri-ciri tersebut, silakan lapor kepada kami, nanti kami akan langsung tindak lanjuti," tegas Helmi, menjamin respons cepat dari tim medis veteriner dinas.


Aman Secara Medis, Sah Secara Syariat

Meski pengawasan diperketat, masyarakat Purwakarta diminta tidak perlu panik. Diskanak memastikan bahwa pasokan hewan kurban yang masuk ke Purwakarta sejauh ini dalam kondisi aman dan sehat. Kesimpulan ini diambil berdasarkan hasil penyisiran dan pemeriksaan berkala yang sudah berjalan di sejumlah titik lapak pedagang.


Hebatnya lagi, ikhtiar Purwakarta tidak hanya berhenti pada pemenuhan standar kesehatan klinis (medis). Melalui kolaborasi apik dengan MUI Kabupaten Purwakarta, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap hewan yang disembelih nantinya telah memenuhi unsur keabsahan menurut syariat Islam.


Lewat kerja sinergis antara umara, ulama, dan masyarakat ini, Purwakarta sedang membangun benteng berlapis. Sebuah perjuangan bersama demi memastikan ibadah kurban tahun ini berjalan khusyuk, aman, dan membawa berkah bagi sesama.


(Ersan)

0 Komentar