289 Siswa Siswi Klas XII SMAN 1 Rawamerta TA 2025 / 2026 dinyatakan Lulus Murni, dan Langsung Pembagian Raport

Siswi kelas 12, SMAN 1 Rawamerta usai pengambilan kelulusan dan menerima Raport.

KARAWANG
– Matahari bersinar cerah di ufuk Rawamerta seolah menjadi saksi bisu bagi 289 siswa-siswi Kelas XII SMAN 1 Rawamerta. Senin sore, 4 Mei 2026, tepat pukul 14.00 WIB, sebuah pengumuman digital dan papan informasi mengubah status mereka: dari pelajar menjadi alumni. 


Namun, ada yang berbeda dalam perayaan kelulusan tahun ajaran 2025/2026 ini. Tidak ada raungan mesin motor yang memekakkan telinga, pun tak ada kepulan asap cat semprot yang mengotori seragam putih abu-abu. SMAN 1 Rawamerta memilih jalan "sunyi" yang bermakna—sebuah perayaan syukur yang jauh dari hura-hura jalanan.


Redaksi Majalah Perjuangan bersama Humas SMAN 1 Rawamerta, Haris Munandar,S.Pd (tengah).


Tertib dalam Sesi, Santun dalam Penampilan

Pihak sekolah menerapkan aturan ketat namun humanis. Pengambilan rapor dan surat keterangan lulus pada Selasa (5/5) diatur dalam tiga sesi untuk memastikan kenyamanan. 

* Sesi I (08.30 - 09.30 WIB): 4 Kelas pertama.

* Sesi II (09.30 - 10.30 WIB): 4 Kelas berikutnya.

* Sesi III (10.30 - 11.30 WIB): 4 Kelas terakhir hingga selesai.


Humas SMAN 1 Rawamerta, Haris Munandar, S.Pd, mewakili Kepala Sekolah Aris Pratiwi, S.Pd, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil bukan untuk membatasi kegembiraan siswa, melainkan untuk menjaga ketertiban umum dan proses Kegiatan Belajar Siswa (KBS) adik kelas yang tetap berjalan.


"Kami mewajibkan siswa datang dengan pakaian bebas namun sopan. Tujuannya jelas: menghindari kerumunan, mencegah konvoi di jalan raya, dan meniadakan aksi corat-coret seragam," ujar Haris saat ditemui di lingkungan sekolah, Selasa (5/5).


Lebih dari Sekadar Angka Kelulusan

Bagi SMAN 1 Rawamerta, meluluskan 289 siswa bukan sekadar mengejar target statistik. Ada tanggung jawab moral yang dibawa pulang oleh setiap lulusan ke rumah masing-masing. Seragam yang tetap bersih dari coretan tinta adalah simbol bahwa mereka lulus dengan kepala tegak dan hati yang jernih.


Sekolah berharap, nilai-nilai disiplin yang diterapkan selama proses kelulusan ini menjadi bekal karakter di dunia nyata. 


"Harapan kami besar. Semoga anak-anak lulusan SMAN 1 Rawamerta menjadi insan yang berguna bagi orang tua, masyarakat, dan bangsa Indonesia," tambah Haris dengan nada optimis.


Menjaga Marwah, Menjemput Berkah

Menutup perbincangan, Haris menitipkan pesan mendalam bagi seluruh alumni angkatan 2026. Di tengah dunia yang kian kompetitif, kecerdasan intelektual saja tidaklah cukup. 


"Jaga nama baik almamater di mana pun kalian berada. Jadilah anak-anak yang memiliki akhlaqul karimah (akhlak yang mulia)," pungkasnya.


Hari ini, 289 remaja itu resmi menanggalkan status siswanya. Tanpa coretan di baju, mereka justru melukis janji di dalam hati: untuk menjadi pemenang yang sesungguhnya di masa depan.


Laporan: Hamid

Editor: Ahmad Hasan S.


0 Komentar