BANDUNG BARAT, (MP). — Kabar membanggakan datang dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bandung Barat. Dua siswanya berhasil menembus seleksi proposal dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026, ajang riset nasional bergengsi bagi pelajar tingkat SMA/MA.
Mereka adalah Muhammad Faiz Hidayat (kelas XI-H) dan Mutiara Imama T (kelas XI-I). Keduanya lolos pada bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR) dengan proposal berjudul “Kemampuan Clostridium butyricum dalam Menghasilkan Biohidrogen dari Hidrolisat Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)”.
Riset ini mengangkat potensi eceng gondok—tanaman air yang kerap dianggap gulma—menjadi sumber energi alternatif ramah lingkungan. Melalui pendekatan bioteknologi, tim memanfaatkan bakteri Clostridium butyricum untuk menghasilkan biohidrogen, salah satu energi bersih yang tengah dikembangkan di dunia.
Kepala MAN Bandung Barat, H. Ali Mursid, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas capaian tersebut. Menurut dia, keberhasilan ini menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dalam dunia riset yang menuntut ketajaman berpikir dan kreativitas.
“Ini bukti bahwa siswa MAN Bandung Barat tidak hanya unggul dalam akademik konvensional, tetapi juga memiliki daya nalar penelitian yang kompetitif di tingkat nasional. Saya mengapresiasi kerja keras tim, pembimbing, dan dukungan orang tua. Prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berinovasi,” ujarnya, didampingi Wakil Kepala Bidang Humas, Ali Akbar, S.Pd.
Ia juga menyampaikan harapan agar capaian ini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. “Selamat dan sukses kepada murid-murid terbaik MAN Bandung Barat. Teruslah berkarya, berprestasi, dan menginspirasi. Semoga ini menjadi awal menuju pencapaian yang lebih gemilang di tahap selanjutnya,” katanya.
OPSI 2026 merupakan kompetisi riset yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bekerja sama dengan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Ajang ini terbuka bagi siswa SMA/MA/sederajat di seluruh Indonesia dengan tiga bidang utama, yakni Matematika, Sains, dan Teknologi (MST), Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), serta Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH).
Seleksi OPSI terdiri atas beberapa tahapan, dimulai dari seleksi proposal, dilanjutkan penelitian, hingga penyusunan laporan hasil riset. Berbeda dari kompetisi berjenjang, OPSI langsung berlangsung di tingkat nasional dengan penekanan pada kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan solutif.
Memasuki April 2026, sejumlah madrasah di berbagai daerah, termasuk MAN Bandung Barat, berhasil melewati tahap awal ini. Fenomena tersebut menjadi indikator tumbuhnya budaya riset di lingkungan pendidikan madrasah.
Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, langkah kecil dari ruang kelas ini menjadi penanda: inovasi bisa lahir dari mana saja, bahkan dari gulma yang selama ini terabaikan.***
Editor: Ahmad Hasan S.


0 Komentar