![]() |
| Kepala Disdikbud Karawang Drs. Wawan Setiawan NK., NM. |
KARAWANG, (MP).– Selasa pagi (14/04/2026), udara Karawang terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk kota industri, melainkan getaran semangat dari ratusan tunas muda yang siap unjuk gigi. Sebanyak 237 peserta berbakat dari 30 kecamatan berkumpul, membawa satu misi besar: Membuktikan bahwa kreativitas adalah ruh dari karakter bangsa.
Ajang Festival Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat SD Kabupaten Karawang 2026 resmi ditabuh. Mengusung tema besar “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, gelaran tahun ini tampil lebih segar dengan memilih lokasi yang ikonik dan bernuansa alam.
![]() |
| Salahsatu peserta, saat aksi di panggung. |
Dua Lokasi, Satu Semangat Pelestarian
Panitia membagi kemeriahan ini di dua titik strategis untuk memastikan setiap bakat mendapat panggung yang layak:
1. Resto & Turism Lawasan Caraka (Tanjungjaya): Menjadi saksi bisu kebolehan siswa dalam mengolah rasa dan rupa.
2. Kafe & Resto Taman Mandar (Pagadungan): Menjadi arena hangat bagi para sastrawan cilik dan seniman muda bertalenta.
![]() |
| Tim Penilai |
Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Suasana yang lebih terbuka dan santai diharapkan mampu memicu inspirasi siswa agar tampil lepas, tanpa beban, namun tetap kompetitif.
Seni Bukan Sekadar Hobi, Tapi Fondasi Diri
Hadir langsung membuka acara, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbud) Kabupaten Karawang, Drs. H. Wawan Setiawan NK, MM., didampingi Kabid Dikdas Yanto, S.Pd., serta jajaran Pengawas, Korwilcambidik, dan para Kepala Sekolah se-Kabupaten Karawang.
Dalam arahannya yang memotivasi, H. Wawan Setiawan menekankan bahwa FLS3N bukan sekadar soal siapa yang menang atau kalah.
"Kreativitas adalah kunci menghadapi masa depan. Melalui seni dan sastra, anak-anak kita belajar tentang kejujuran, kerja keras, dan apresiasi terhadap budaya sendiri. Inilah cara kita membentuk karakter bangsa yang kokoh sejak dini," tegas beliau dengan penuh semangat.
Senada dengan itu, Kabid Dikdas Yanto, S.Pd., sekaligus Ketua Panitia menambahkan bahwa ajang ini merupakan investasi jangka panjang untuk melestarikan kekayaan budaya nasional di tengah gempuran zaman digital.
Dari Karawang untuk Indonesia
Melihat antusiasme 237 peserta yang berkompetisi, terpancar optimisme tinggi bagi dunia pendidikan di Karawang. FLS3N 2026 ini bukan hanya ajang pamer bakat, tapi merupakan ruang bagi siswa SD untuk berani bermimpi dan mengekspresikan jati diri.
Melalui seni tari, kriya, menyanyi, hingga sastra, anak-anak Karawang sedang mengukir sejarah mereka sendiri. Mereka adalah bukti nyata bahwa di pundak generasi yang kreatif, karakter bangsa akan tetap berdiri tegak.
Adapun jenis lomba terdiri dari:
> Tari Kreasi 72 peserta (lokasi di Lawasan Caraka),
> Menyanyi Solo 27 peserta (Taman Mandar),
> Pantomim 46 peserta ( Lawasan Caraka),
> Mendongeng (Sastra) 19 peserta (Lawasan Caraka),
> Kriya 19 peserta (Taman Mandar),
> Gambar Bercerita 28 peserta (Taman Mandar).
Hingga berita ini diterbitkan, pukul 14.00 WIB., Tim Penilai masih menghitung nilai peserta untuk menentukan kejuaraan.
Selamat berjuang, para patriot seni cilik! Teruslah berkarya, karena kreativitasmu adalah masa depan Karawang.
Oleh: Tim Redaksi Majalah Perjuangan



0 Komentar