Menjemput Masa Depan dalam Satu Genggaman: Sipakar dan Wajah Baru Pajak Karawang

Kepala Bapenda Kabupaten Karawang Sahali Karta Wijaya. Foto: Istimewa.


Oleh: Redaksi Majalah Perjuangan


KARAWANG – Jarum jam menunjuk angka 16.30 WIB. Rabu sore itu (29/4), langit Karawang tampak murung. Hawa panas El Nino yang memanggang sejak pagi, perlahan berganti menjadi mendung yang menggantung pekat di ufuk. Di halaman kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang, kesibukan fisik mulai mereda. Ruang pelayanan telah terkunci, lampu-lampu dipadamkan, dan deru AC yang biasanya menderu kini senyap.


Namun, di balik sepinya koridor kantor di Jalan Siliwangi itu, sebuah denyut perubahan justru sedang berdetak kencang. Di sebuah ruangan, Sahali Karta Wijaya, Kepala Bapenda Kabupaten Karawang, masih terjaga. Matanya menyiratkan optimisme saat berbincang dengan Majalah Perjuangan. Baginya, pelayanan publik tidak boleh berhenti meski jam kantor telah usai. Itulah semangat yang melahirkan SipakarSistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Karawang.


Melawan Sekat, Menyatukan Layanan

Selama ini, masyarakat dan para wajib pajak seringkali terjebak dalam labirin birokrasi digital yang terpisah-pisah. Ada Sobat untuk urusan BPHTB, ada pula Sipadi untuk pajak lainnya. "Pendekatan *silo system* atau sistem yang terkotak-kotak harus kita akhiri. Kita butuh efisiensi, bukan kerumitan," tegas Sahali.


Sipakar hadir sebagai jawaban. Ia bukan sekadar aplikasi, melainkan "jembatan" digital yang menyatukan seluruh urusan pajak daerah—mulai dari pajak reklame, air tanah, Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), hingga pajak sektor jasa seperti perhotelan, parkir, dan hiburan—ke dalam satu pintu.


Langkah strategis ini pun tak dijalankan sendirian. Bapenda merangkul Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) sebagai mitra strategis. "Kami ingin memastikan semua elemen, dari PPAT hingga pelaku usaha makanan dan minuman, merasa dimudahkan. Sejak Maret, sosialisasi terus kami gencarkan agar tidak ada lagi kebingungan di lapangan," tambah Sahali dengan nada lugas.


Transparansi dalam Satu Genggaman

Esensi dari transformasi digital yang dilakukan Bapenda Karawang adalah kemanusiaan: menghargai waktu warga. Kini, wajib pajak tak perlu lagi berjibaku dengan macetnya jalanan Karawang hanya untuk mengurus administrasi. Cukup melalui ponsel pintar atau laptop, sambil ngopi di teras rumah, segala urusan pendaftaran hingga pembayaran bisa tuntas melalui laman:

 [https://sipakar.karawangkab.go.id](https://sipakar.karawangkab.go.id).

Namun, inovasi tanpa keamanan adalah kerawanan. Sadar akan hal itu, Bapenda menggandeng PT Cartenz Technology Indonesia untuk membentengi data wajib pajak. "Privasi dan dokumen transaksi adalah amanah. Kami pastikan semuanya tersimpan dengan standar keamanan tinggi," kata Sahali meyakinkan.


Meski saat ini sistem masih berjalan paralel karena proses migrasi data dari aplikasi lama, antusiasme warga sudah mulai terasa. Bapenda pun menyiapkan "kompas" berupa buku panduan dan video tutorial agar transisi ini berjalan mulus tanpa meninggalkan siapapun di belakang.


Perbincangan Redaksi, ditutup dengan hidangan secangkir kopi good day 


Inovasi untuk Kemandirian Daerah

Transformasi ini adalah bentuk kepatuhan terhadap amanat Perda Nomor 16 Tahun 2018 tentang SPBE. Namun di luar aturan hukum, ada misi mulia yang diemban: mendongkrak kepatuhan melalui kemudahan. Sahali percaya, ketika akses dibuka selebar-lebarnya dan transparansi dijaga, kesadaran warga untuk berkontribusi bagi pembangunan Karawang akan tumbuh dengan sendirinya.


Sore itu, saat rintik hujan mulai turun membasahi bumi Karawang, ada sebuah keyakinan yang tertinggal di kantor Bapenda. Bahwa birokrasi tak lagi identik dengan wajah kaku dan tumpukan kertas. Lewat Sipakar, Pemerintah Kabupaten Karawang sedang membuktikan bahwa pajak bukan lagi beban yang merumitkan, melainkan kontribusi yang membanggakan.


"Satu platform untuk semua kebutuhan. Inilah komitmen kami untuk Karawang yang lebih maju dan akuntabel," pungkas Sahali sembari menawarkan secangkir kopi good day, sekaligus menutup perbincangan.


Di luar, hujan turun mendinginkan suhu El Nino yang menyengat, sehangat harapan baru yang dibawa Sipakar untuk kemudahan warga Karawang. ***


0 Komentar