KARAWANG, (MP). – Matahari baru saja meninggi di langit Ciampel, namun keriuhan positif sudah terasa di lorong-lorong SMP Negeri 1 Ciampel, Karawang, Jawa Barat. Bukan sekadar rutinitas belajar biasa, sebanyak 467 siswa kelas 9 tengah bergelut dengan layar digital. Mereka sedang menjajaki "peta" baru menuju masa depan melalui uji coba (try out) Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Perubahan besar memang tengah terjadi di wajah pendidikan Indonesia. Seiring terbitnya Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025, nilai ujian akhir atau NEM yang selama puluhan tahun menjadi momok sekaligus penentu, kini resmi digantikan oleh TKA. Instrumen ini menjadi tolok ukur tunggal dalam seleksi masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.
Merespons perubahan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang enggan membiarkan para siswa melangkah di ruang gelap. Langkah cepat diambil dengan menggelar simulasi massal agar puluhan ribu siswa di Karawang tidak "gagap" saat menghadapi ujian berbasis aplikasi tersebut.
Mematangkan Kesiapan Teknis
Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan NK., MM., menegaskan bahwa kesiapan mental dan teknis siswa adalah harga mati. Ia tak ingin kendala teknologi menjadi penghalang bagi potensi akademik anak didik di Karawang.
"Kegiatan uji coba ini bertujuan agar seluruh siswa mahir menggunakan aplikasi dalam penyelesaian soal-soal TKA. Kami ingin mereka percaya diri saat jadwal nasional dimulai awal April 2026 nanti," ujar Wawan, Senin (30/3/2026).
Senada dengan semangat tersebut, SMPN 1 Ciampel pun bersolek. Di sekolah yang terletak di Jalan Gono Tirtowidjojo ini, simulasi dijalankan dengan serius namun tetap tenang. Sebanyak 11 ruangan disiapkan untuk menampung ratusan siswa yang terbagi rata demi kenyamanan pengerjaan.
Kepala SMPN 1 Ciampel, Drs. Rois Suryana, M.M., menyambut awak media dengan senyum ramah di sela kesibukannya memantau jalannya simulasi, Rabu (1/4/2026). Baginya, try out ini adalah cermin bagi sekolah dan siswa.
"Semua siswa kelas 9 wajib ikut. Ini bukan sekadar latihan soal, tapi bahan evaluasi kami untuk melihat sejauh mana kesiapan mereka secara mandiri," terang Rois.
Optimisme di Balik Keterbatasan
Meski tantangan infrastruktur digital sering menjadi isu di daerah, SMPN 1 Ciampel membuktikan komitmennya. Untuk pelaksanaan TKA yang dijadwalkan pada 6-16 April mendatang, pihak sekolah telah menyiagakan 80 unit komputer.
Sekolah yang menaungi 32 rombongan belajar (rombel) ini memang dikenal seimbang dalam mengasah potensi siswa. Tak hanya fokus pada angka-angka di atas kertas, SMPN 1 Ciampel juga menjadi kawah candradimuka bagi bakat non-akademik mulai dari Paskibra hingga cabang olahraga dayung dan seni tari.
Namun, di tengah semua persiapan teknis itu, ada doa dan harapan yang terselip dari para pendidik. Ada kerinduan untuk melihat anak-anak dari pelosok Ciampel mampu bersaing di sekolah-sekolah negeri favorit.
"Kami dan seluruh dewan guru berharap, siswa dapat lulus dengan hasil prestasi terbaik. Muara dari semua ikhtiar ini adalah agar mereka bisa melanjutkan ke sekolah negeri dan meraih masa depan yang lebih cerah," pungkas Rois penuh harap.
Di balik layar komputer yang berpijar, harapan itu kini tengah dirajut oleh tangan-tangan muda Karawang. TKA mungkin sebuah sistem baru, namun semangat untuk belajar tetaplah api yang tak boleh padam.
Laporan: Daryadi
Editor: Ahmad Hasan S.

0 Komentar