BANDUNG BARAT, (MP). – Semangat membara menyelimuti lorong-lorong Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bandung Barat pada Jumat (10/4). Bukan tanpa alasan, sebanyak 110 siswa dari berbagai jenjang kelas berkumpul dengan satu tekad yang sama: menaklukkan tantangan dalam seleksi Olimpiade Bahasa Arab (OBA) 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akademik. Di balik lembar-lembar soal yang dikerjakan, ada impian besar untuk membawa nama madrasah hingga ke panggung nasional. Dari ratusan peserta, tim penguji akan menyaring enam pendekar bahasa terbaik yang akan mengemban amanah sebagai duta resmi MAN Bandung Barat.
Investasi Generasi Emas
Mengusung tema besar “Bangga dan Tumbuh Bersama Bahasa Al-Qur’an untuk Indonesia Emas 2045”, seleksi ini menjadi manifesto nyata bahwa bahasa Arab bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kunci pembuka cakrawala ilmu sekaligus pembentuk karakter generasi bertaqwa.
Ketua Pelaksana, Deden Fajar, S.Pd., menjelaskan bahwa proses ini adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang.
“Kegiatan ini bukan sekadar seleksi, tetapi upaya kami dalam mencari dan membina bibit-bibit unggul untuk dipersiapkan menghadapi ketatnya persaingan di tingkat nasional,” tegasnya dengan nada optimis.
Komitmen Mutu dan Pembinaan
Apresiasi mendalam datang langsung dari Kepala MAN Bandung Barat, H. Ali Mursid, S.Pd., M.M.Pd. Beliau memandang seleksi ini sebagai bagian vital dari strategi peningkatan mutu pendidikan di madrasah.
“Kami ingin lahir siswa-siswa terbaik yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tapi juga memiliki kedalaman spiritual melalui bahasa Al-Qur’an. Pembinaan berkelanjutan adalah kunci agar mereka mampu mengharumkan nama madrasah di level yang lebih tinggi,” ujar H. Ali Mursid.
Menuju Puncak Prestasi
Dengan seleksi yang kompetitif dan transparan, MAN Bandung Barat kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang progresif. Komitmen ini menjadi sumbangsih nyata dalam mencetak generasi yang berdaya saing global namun tetap berpijak pada nilai-nilai religi.
Kini, seluruh mata tertuju pada enam nama yang akan terpilih. Mereka bukan hanya membawa harapan sekolah, tapi juga membawa misi mulia: membuktikan bahwa di tangan pemuda yang mencintai bahasa Al-Qur’an, masa depan Indonesia Emas akan menjadi kenyataan.
Laporan: Ali Akbar
Editor : Ahmad Hasan S.


0 Komentar