
Lurah Mekarjati Yono,SE., tampak memberikan arahan, saat kegiatan program bersih-bersih lingkungan bersama warga.
KARAWANG, (MP).– Di bawah terik matahari pagi yang mulai menyengat, deru semangat terdengar riuh di Kampung Sambi Jaya, RW 06, Kelurahan Mekarjati. Bukan deru mesin, melainkan suara gesekan cangkul, mesin potong rumput dan sapu lidi yang beradu dengan tanah. Jumat (24/04/2026) menjadi saksi bisu kembalinya sebuah identitas bangsa yang sempat layu: Gotong Royong.
Pagi itu, Lurah Mekarjati, Yono, SE., tidak sedang sekadar menjalankan seremoni. Dengan langkah sigap, ia memimpin langsung pasukan gabungan yang terdiri dari perangkat kelurahan, LPM, Karang Taruna, RT, RW, hingga Linmas. Targetnya jelas: membersihkan sepanjang Saluran Sekunder Jati (SS Jati), mulai dari pintu air hingga tapal batas Desa Purwamekar.
![]() |
| Puluhan aparatur kelurahan bersama warga siap bergotong royong membersihkan lingkungan. |
Bukan Sekadar Bersih-Bersih
Bagi Yono, aksi ini adalah manifestasi nyata dari visi besar di tingkat pusat hingga daerah. Ia menegaskan bahwa gerak serentak ini adalah napas dari program Presiden Prabowo Subianto yang diterjemahkan melalui arah kebijakan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE.
"Kami ingin membangkitkan kembali jati diri kita. Sesuai arahan Bupati, setiap Jumat adalah momentum untuk berbenah, mulai dari halaman kantor hingga lingkungan warga," ujar Yono dengan nada mantap di lokasi kegiatan.
![]() |
| Kegiatan pembabatan rumput di bahu jalan dan bantaran sungai. |
Tak main-main, sekitar 20 orang dari berbagai elemen bahu-membahu membersihkan parit, bantaran sungai dan menyisir jalanan. Tagline yang diusung pun cukup membakar semangat siapapun yang mendengarnya: "Kompak, Bergerak, dan Berdampak."
Sinergi Tanpa Sekat
Pemandangan di lapangan menunjukkan betapa kuatnya daya pikat gotong royong jika dikomandani dengan hati. Ketua LPM Mekarjati, Karsum, mengakui bahwa konsistensi sang Lurah dalam beberapa pekan terakhir telah mengubah suasana kerja di kelurahan menjadi lebih dinamis.
"Pak Lurah selalu mengajak kami turun langsung. Hari ini, sepanjang jalan Jati Mulya sampai perbatasan Purwamekar kita sisir sampahnya," ungkap Karsum di sela-sela kegiatannya.
Kehadiran sosok legislator, H. Kaimin (Ledeng) dari Partai Gerindra, menambah amunisi semangat warga pagi itu. Kehadiran tokoh masyarakat dan pejabat publik di tengah kubangan sampah saluran air mengirimkan pesan kuat: perubahan tidak butuh teori muluk, ia butuh aksi nyata.
Pesan Perjuangan
Apa yang terjadi di Mekarjati adalah sebuah pengingat. Bahwa kebersihan lingkungan hanyalah "bonus". Hadiah utamanya adalah kembalinya rasa kepedulian antarwarga. Di saat dunia semakin individualis, Mekarjati justru memilih untuk merapat, menyatukan barisan, dan membuktikan bahwa dengan Kompak dan Bergerak, dampak nyata bagi masyarakat bukanlah sekadar mimpi di siang bolong.
Mekarjati hari ini adalah cermin perjuangan: bahwa membangun bangsa, harus dimulai dengan membersihkan selokan di depan rumah sendiri.
Laporan: Hamid
Editor: Ahmad Hasan S.


0 Komentar