![]() |
| Para anggota OSIM-MPK dan Ketua Ekstrakurikuler tampak khidmat mengikuti sidang pleno. Kamis (9/4/2026). |
BANDUNG BARAT, (MP). – Di balik dinding ruang sidang yang tenang, sebuah denyut nadi perubahan sedang dipompa. Bukan oleh para politisi kawakan di kursi parlemen, melainkan oleh deretan pemuda berseragam yang memegang teguh mandat organisasi.
Sidang Pleno OSIM, MPK, dan Ekstrakurikuler masa bakti 2026/2027 bukan sekadar rutinitas administratif; ia adalah kawah candradimuka bagi pemimpin masa depan.
Ruangan itu saksi bisu saat palu sidang berpindah tangan, menandai dimulainya sebuah prosesi hukum tertinggi di tingkat siswa. Sebuah momentum untuk membedah janji, menagih bukti, dan merajut kembali mimpi yang sempat tertunda di paruh pertama periode.
![]() |
| Majelis Perwakilan Kelas sebagai legislatif. |
Menguji Nyali, Menata Janji
Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) setengah periode menjadi sajian utama yang memacu adrenalin. Di hadapan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) sebagai lembaga legislatif, pengurus OSIM dan perwakilan ekstrakurikuler berdiri tegak. Di bawah kepemimpinan Adila Debi Firdaus sebagai Ketua MPK, jalannya persidangan berlangsung dinamis. MPK bukan sekadar pelengkap; mereka adalah penjaga gawang aturan, penyusun AD/ART, sekaligus pengawas setia yang memastikan setiap rupiah dan tenaga siswa kembali untuk kepentingan siswa.
![]() |
| Pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah sebagai eksekutif. |
Bertempat Aula Madrasah, Kamis (9/4/2026), Maulana Fitriadin, Ketua OSIM, bersama para punggawa ekstrakurikuler, memaparkan evaluasi dengan lugas. Ada keberhasilan yang disyukuri, namun tak sedikit celah yang harus ditambal. Inilah esensi "bernas" yang sesungguhnya: berani mengakui kekurangan untuk kemudian bangkit dengan program penguatan yang lebih tajam.
Sinergi dalam Satu Komando
Membuka gelaran ini, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan, Dedi Suranto, S.Pd, memberikan pesan yang membakar semangat. Baginya, organisasi bukan sekadar ku mpulan struktur, melainkan sebuah ekosistem.
![]() |
| Pengurus OSIM dan MPK bersama Dewan Guru: Dewi Fitriani,S.Pd., Kiki Rosadi,S.Pd., Dedy Sutanto, S.Pd., Oherdianto, S.Pd., Rina Mahmudah,S.Pd. |
"Visi sekolah tidak akan pernah tercapai jika ekstrakurikuler berjalan sendiri-sendiri. Di sidang inilah, ego sektoral harus lebur menjadi satu visi besar," tegasnya saat membuka acara.
Hal senada dipertegas oleh Koordinator Ekstrakurikuler, Oheriyanto, S.Pd. Penyatuan gagasan antar-ekskul menjadi kunci agar tidak terjadi tumpang tindih agenda. Sementara itu, Rina Mahmudah, S.Pd, selaku Pembina OSIM dan MPK yang juga memberikan sesi upgrading, mengingatkan bahwa kualitas seorang pemimpin ditentukan dari cara mereka menyelesaikan konflik dalam persidangan dan ketangkasan mengeksekusi solusi.
Siap Mengukir Prasasti 2026/2027
Hingga ketukan palu terakhir berbunyi, Sidang Pleno ini berhasil menelurkan kesepakatan krusial. Arah kebijakan kegiatan siswa untuk sisa periode 2026/2027 kini memiliki kompas yang jelas. Tidak ada lagi keraguan, yang ada hanyalah derap langkah yang selaras.
Dukungan dari staf kesiswaan seperti Kiki Rosadi, S.Pd, semakin memperkokoh fondasi organisasi ini. Dengan pengawasan yang ketat namun mendidik, OSIM dan seluruh unit ekstrakurikuler kini siap berlari kencang.
Sidang Pleno ini adalah bukti nyata bahwa demokrasi di lingkungan madrasah tetap hidup dan bermartabat. Redaksi Majalah Perjuangan melihat ini sebagai titik cerah: bahwa dari ruang sidang yang sederhana ini, sedang dipersiapkan pemimpin-pemimpin tangguh yang tahu cara berdiskusi, tahu cara dievaluasi, dan tahu cara beraksi untuk almamater tercinta.
Lanjutkan perjuangan, wahai penggerak perubahan!
Laporan: Kiki Rosadi
Editor: Ahmad Hasan S.




0 Komentar