Meneguhkan Pilar Keluarga dari Desa: Kemenko PMK Pantau Langsung Program Strategis di Rancapanggung

Gambar ilustrasi.

BANDUNG BARAT, (MP). —
Komitmen membangun manusia Indonesia dari akar rumput kembali ditegaskan. Tim monitoring dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan turun langsung ke Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (14/4/2026), memastikan program pembangunan keluarga benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.


Dipimpin oleh Ir. Mutikorini Indri Jatiningrum, ME., kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, menjadi cermin keseriusan negara dalam memastikan setiap program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berdampak nyata.


Dalam keterangannya, Tim Kemenko PMK menegaskan bahwa desa merupakan titik krusial pembangunan. Dari sinilah kualitas keluarga dibentuk, dari sinilah masa depan bangsa ditentukan. Program seperti Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), Kampung Zakat, hingga layanan makan bergizi gratis melalui SPPG bukan hanya program administratif, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi Indonesia.


“Monitoring ini penting untuk memastikan program tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas perwakilan tim Kemenko PMK di sela kegiatan.


Peninjauan lapangan menjadi bukti pendekatan yang tidak berjarak. Tim menyaksikan langsung dinamika di Kampung KB, melihat peran aktif masyarakat dalam penguatan ekonomi keluarga melalui Kampung Zakat, hingga memastikan distribusi program makan bergizi gratis berjalan optimal.


Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, Ahmad Panji Hermawan, menyambut positif kehadiran tim pusat. Baginya, kunjungan ini menjadi energi baru bagi daerah.


“Desa Rancapanggung menjadi salah satu garda terdepan dalam pengembangan program KB di Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya lugas.


Optimisme serupa datang dari Kepala Desa Rancapanggung, Asep Sukmajaya. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya Keluarga Berencana sebagai fondasi keluarga berkualitas.


Kehadiran unsur Forkopimcam Kecamatan Cililin, Ketua APDESI Cililin, serta tokoh masyarakat menambah kuat pesan kolaborasi. Bahwa pembangunan keluarga bukan tugas satu pihak, melainkan kerja bersama—lintas sektor, lintas kepentingan.


Kunjungan ini menjadi pengingat: pembangunan manusia tidak bisa ditunda, dan tidak bisa dilakukan setengah hati. Dari desa seperti Rancapanggung, harapan itu dirawat—bahwa Indonesia yang kuat berawal dari keluarga yang berkualitas

.


Laporan: Bama

Editor: Ahmad Hasan S.


0 Komentar