Langkah Nyata Menuju Karawang "Naik Kelas": Sekda Asep Aang Tantang ASN Keluar dari Zona Nyaman

Foto Dok.Promkompimkabkarawang.

KARAWANG
 – Mentari Senin pagi (20/04/2026) di Plaza Pemda Karawang bukan sekadar penanda dimulainya pekan kerja. Di bawah langit yang cerah, sebuah pesan kuat bergema bagi ribuan aparatur negara. Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P, memberikan "lecutan" semangat yang lugas: ASN Karawang tidak boleh lagi bekerja biasa-biasa saja!


Melampaui Standar: Kontribusi Luar Biasa

Dalam amanatnya saat memimpin Apel Pagi, Sekda Asep Aang menekankan bahwa tuntutan zaman tidak lagi menyisakan ruang bagi mentalitas "asal kerja". Ia mengajak seluruh pegawai di lingkup Setda untuk merefleksikan kembali jati diri mereka sebagai pelaksana kebijakan, pelayan publik, sekaligus perekat bangsa.


Foto Dok.Promkompimkabkarawang.


"Jangan sekadar bekerja biasa saja. Berikan kontribusi luar biasa untuk pemerintah daerah. Kita punya tanggung jawab besar untuk membawa Karawang 'naik kelas'," tegasnya di hadapan peserta apel.


Senjata Baru: Konsep 4P dan Prinsip 4K

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, Sekda memperkenalkan instrumen kerja yang taktis dan mudah dipahami, yakni 4 Barometer (4P) sebagai fondasi pelayanan:


1. People: ASN wajib memiliki kompetensi dan talenta yang mumpuni di bidangnya.

2. Process: Patuh pada SOP demi menghasilkan output yang berkualitas.

3. Product: Kerja nyata yang hasilnya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.

4. Perception: Membangun kepercayaan dan pandangan positif di mata masyarakat melalui integritas.


Tak berhenti di sana, dalam mengeksekusi pelayanan, Asep Aang mewajibkan penerapan prinsip 4K : Kecepatan, Kemudahan, Kemanfaatan, dan Kebahagiaan. Menurutnya, pelayanan yang memangkas birokrasi berbelit adalah kunci utama agar masyarakat merasakan kehadiran negara dengan penuh sukacita.


WFH Bukan Libur, Kedisiplinan adalah Harga Mati

Menyinggung pelaksanaan Work From Home (WFH) pada minggu kedua ini, Sekda memberikan peringatan keras. Ia meluruskan persepsi keliru yang menganggap WFH sebagai waktu santai. 


"WFH itu hanya perpindahan tempat kerja, bukan libur!" cetusnya. Evaluasi ketat pun diberlakukan. Mulai dari hal kecil seperti kewajiban mematikan listrik dan AC sebelum meninggalkan kantor, hingga sanksi teguran bagi pegawai yang "menghilang" atau tidak merespons telepon dinas hingga lima kali.


Pesan Penutup yang Menggetarkan

Menutup arahannya, Sekda Asep Aang memberikan motivasi mendalam tentang hakikat kedisiplinan. Baginya, profesionalisme tidak datang secara instan, melainkan melalui proses penempaan diri yang konsisten.


"Kedisiplinan itu bermula dari keterpaksaan diri hingga akhirnya menjadi terbiasa. Lakukan tugas dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab," pungkasnya disambut antusiasme peserta apel.


Dengan nakhoda yang tegas dan visi yang jelas, Karawang kini sedang bersiap membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari kedisiplinan kecil yang dilakukan setiap hari. 


(Red/Majalah Perjuangan).


0 Komentar