37 Siswa Smanli Lolos SNBP 2026, Dr Epul Saepul: Prestasi Adalah Langkah Awal, Teruslah Berkembang dan Bertumbuh

Gambar ilustrasi.

KARAWANG, (MP).
- Senin siang itu, 6 April 2026, halaman sekolah yang dikenal sebagai salah satu favorit di Kota Pangkal Perjuangan Karawang tampak teduh. Angin berembus pelan, membawa suasana tenang yang kontras dengan derap prestasi yang baru saja ditorehkan. Redaksi Majalah Perjuangan melangkah masuk ke lingkungan SMAN 5 Karawang—atau akrab disebut Smanli—dan disambut dengan kehangatan yang tak dibuat-buat.


Di ruang kerja yang sederhana namun rapi, Kepala SMAN 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, M.Pd., menerima kedatangan redaksi dengan senyum terbuka. Ia didampingi Wakil Kepala Sekolah, Hary Prasetyo, M.Pd. Tak ada sekat formalitas yang kaku. Percakapan mengalir ringan, ditemani secangkir kopi panas tanpa gula—pilihan sederhana yang mencerminkan gaya hidup sehat sekaligus filosofi: apa adanya, jujur, dan kuat.


Siswa dan siswi yang lolos SNBP 2026


Di balik suasana santai itu, tersimpan kabar besar yang membawa kebanggaan. Sebanyak 37 siswa-siswi SMAN 5 Karawang berhasil menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Angka yang bukan sekadar statistik, tetapi cerminan dari kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi seluruh elemen sekolah.


Raut bahagia terpancar jelas dari wajah Dr. Epul. Namun, kebanggaan itu tidak ia ekspresikan dengan euforia berlebihan. Ia memilih merayakannya dengan ketenangan dan pesan yang membumi.


Siswa dan siswi yang lolos SNBP 2026


“Dengan penuh rasa bangga, kami mengucapkan selamat kepada para siswa-siswi SMAN 5 Karawang yang lolos SNBP 2026,” ujarnya, lirih namun penuh makna.


Bagi Dr. Epul, capaian ini bukanlah garis akhir. Ia justru melihatnya sebagai pintu awal dari perjalanan panjang yang lebih menantang. Dalam setiap kalimat yang ia sampaikan, terselip nilai-nilai pendidikan yang tidak sekadar mengejar hasil, tetapi menumbuhkan karakter.


“Terus jaga semangat, tetap bersyukur, dan jangan berhenti belajar,” pesannya.


Ia menekankan, keberhasilan sejati tidak berhenti pada diterimanya seseorang di perguruan tinggi ternama. Lebih dari itu, keberhasilan adalah tentang proses bertumbuh yang tidak pernah usai.


“Karena sejatinya, keberhasilan bukan hanya tentang sampai di tujuan, tetapi tentang bagaimana kamu terus bertumbuh di setiap proses pencapaiannya,” lanjutnya.


Kalimat itu meluncur tanpa kesan menggurui, justru terasa seperti refleksi panjang seorang pendidik yang telah melewati berbagai fase dinamika dunia pendidikan. Ada ketulusan, ada pengalaman, dan ada keyakinan bahwa setiap anak memiliki jalan suksesnya masing-masing.


Menutup perbincangan, Dr. Epul kembali mengingatkan bahwa perjalanan para siswa baru saja dimulai. Dunia kampus akan menjadi ruang baru untuk mengasah diri, memperluas wawasan, sekaligus menguji ketangguhan.


“Perjalanan baru kalian dimulai, teruslah untuk belajar dan berkembang,” tuturnya.


Di luar ruangan, aktivitas sekolah berjalan seperti biasa. Namun hari itu, ada sesuatu yang berbeda—sebuah rasa bangga yang mengendap, tidak riuh, tetapi terasa kuat. Dari sebuah sekolah di Karawang, harapan-harapan muda kembali dilepas, menuju masa depan yang lebih luas.


Dan di Smanli, kisah tentang mimpi yang diperjuangkan, sekali lagi, menemukan babak barunya.


Editor: Ahmad Hasan S.


0 Komentar