TKA Gantikan NEM, Disdikbud Karawang Siapkan Simulasi bagi Puluhan Ribu Siswa

Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang Drs Wawan Setiawan NK, MM.

KARAWANG, (MP).
– Peta jalan penerimaan peserta didik baru di Kabupaten Karawang memasuki babak baru. Seiring terbitnya Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025, Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini resmi menjadi instrumen pengganti nilai ujian akhir atau NEM sebagai penentu seleksi masuk jenjang sekolah yang lebih tinggi.


Merespons kebijakan nasional tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang bergerak cepat dengan menggelar uji coba (try out) massal. Langkah ini diambil guna memastikan puluhan ribu siswa SD dan SMP di Karawang tidak gagap saat menghadapi ujian berbasis aplikasi tersebut.


Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Drs. Wawan Setiawan NK., MM., menegaskan bahwa kesiapan teknis siswa menjadi prioritas utama sebelum jadwal nasional dimulai pada April mendatang.


"Kegiatan uji coba ini bertujuan agar seluruh siswa dapat mengikuti simulasi dan mahir menggunakan aplikasi dalam penyelesaian soal-soal TKA," ujar Wawan saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (30/3/2026).


Matematika dan Bahasa Indonesia Jadi Penentu

Berbeda dengan ujian-ujian sebelumnya, TKA kali ini akan berfokus pada dua mata pelajaran inti: Bahasa Indonesia dan Matematika. Hasil dari tes ini nantinya akan diperhitungkan secara krusial dalam penilaian penerimaan siswa baru.


Kabupaten Karawang sendiri mencatatkan angka partisipasi yang cukup besar dalam agenda nasional ini. Sebanyak 215 SMP dengan 28.484 siswa, serta 951 SD dengan total 39.729 siswa akan terlibat. Untuk menjaga integritas ujian, Disdikbud juga telah menyiapkan ribuan pengawas silang yang terdiri dari 337 orang untuk jenjang SMP dan 2.380 orang untuk jenjang SD.


Jadwal Penting TKA di Karawang:


1. Agenda Uji Coba (Try Out):

* Jenjang SMP: 1 – 2 April 2026

* Jenjang SD: 6 – 7 April 2026


2. Pelaksanaan Nasional (TKA Utama):

* Jenjang SMP:  6 – 16 April 2026

* Jenjang SD:  20 – 30 April 2026


Melalui simulasi ini, Wawan berharap kendala teknis dapat diminimalisasi sejak dini. Selain aspek penguasaan materi, pembiasaan terhadap platform digital menjadi kunci agar para siswa dapat berkonsentrasi penuh pada substansi soal tanpa terhambat masalah pengoperasian perangkat. 


Langkah proaktif ini diharapkan mampu menjaga daya saing siswa Karawang dalam transisi sistem penilaian pendidikan nasional yang lebih terukur.


Editor: Ahmad Hasan S.


0 Komentar