![]() |
| Ketua DPD PSIB Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) H. Kemal Hendrayadi lantik H.Maslani sebagai Ketua DPC PSIB Kab. Karawang periode 2026–2031 |
Karawang, (MP).– Matahari di langit Rengasdengklok, Selasa (17/3/2026), seolah memancarkan kehangatan yang berbeda di pelataran Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong. Di bangunan kayu yang menjadi saksi bisu kegelisahan para pemuda menjelang Proklamasi 1945 itu, sebuah estafet pengabdian baru saja dimulai.
Pelantikan pengurus DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PSIB) Kabupaten Karawang periode 2026–2031 tidak sekadar menjadi seremoni organisasi. Ia adalah pertemuan antara memori masa lalu dan janji masa depan. Di tempat di mana kemerdekaan Indonesia pernah dirumuskan secara bersahaja, H. Maslani mengukuhkan tekadnya untuk memimpin organisasi ini lima tahun ke depan.
![]() |
| Jajaran Pengurus DPC PSIB Kab. Karawang periode 2026–2031 |
Menjadi Bagian dari Tanah Karawang
Bagi Maslani, yang kini juga mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Karawang, posisi Ketua DPC PSIB bukanlah sekadar tambahan jabatan di pundak. Ia memandangnya sebagai ruang pengabdian yang lebih dalam kepada masyarakat yang telah menerimanya selama puluhan tahun.
Di atas panggung, Maslani sempat menyelipkan sebuah pengakuan jujur yang memancing senyum hangat para hadirin. Sebuah pengakuan tentang proses "menjadi" orang Karawang yang sesungguhnya.
"Saya sudah 25 tahun di Karawang, sudah minum air Karawang, walaupun bahasa Sunda belum lancar," ucapnya disambut tawa ringan para tamu undangan.
Meski lidahnya mungkin belum sefasih warga asli dalam melafalkan dialek lokal, komitmennya telah mengakar sejak tahun 2001. Baginya, mencintai Karawang tak selalu soal tutur kata, melainkan tentang bagaimana menjaga "rumah" ini tetap kokoh.
"Insya Allah amanah ini saya terima dan akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan organisasi dan masyarakat Karawang," ujar Maslani dengan nada tenang namun penuh penekanan. Ia menyadari bahwa jabatan ini sempat tertunda beberapa bulan, namun baginya, waktu itu justru menjadi ruang untuk mempersiapkan langkah yang lebih matang. "Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita perbaiki. Kita harus maju bersama," tegasnya.
Keseimbangan Kultur dan Struktur
Semangat Maslani itu sejalan dengan pesan yang disampaikan Ketua DPD PSIB Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn) H. Kemal Hendrayadi. Baginya, Siliwangi adalah sebuah identitas yang berdiri di atas dua kaki: kultur dan struktur.
"Kultur adalah jati diri kita, sedangkan struktur adalah posisi kita dalam organisasi. Keduanya harus berjalan bersama," kata Kemal. Ia mengingatkan bahwa PSIB yang berakar dari pencak silat sejak 1922 ini memiliki ruh perjuangan yang panjang. Maka, berorganisasi di Siliwangi selayaknya dimaknai sebagai ibadah yang berlandaskan kepatuhan, kesetiaan, keteguhan, dan keikhlasan.
Nuansa haru pun sempat menyelimuti lokasi saat Edeh L. Puradireja, putri dari tokoh pendiri PSIB, berbagi kisah tentang ayahnya, Ama R. Oetje Poeradireja. Ia menceritakan bagaimana sang ayah menolak gaji veteran karena merasa kemerdekaan adalah upah yang sudah lebih dari cukup.
"Beliau menolak gaji sebagai veteran. Yang penting Indonesia merdeka dan kemerdekaan itu harus dijaga," tuturnya pelan namun sarat makna.
Melangkah dari Titik Nol Perjuangan
Kehadiran para tokoh masyarakat dan ulama di Rengasdengklok kemarin mempertegas bahwa PSIB Karawang di bawah kepemimpinan Maslani ingin menjadi perekat sosial.
Dari tempat bersejarah ini, pesan yang dibawa Maslani dan jajarannya terasa benderang: bahwa sejarah tidak boleh berhenti menjadi tumpukan debu di buku-buku lama. Ia harus hidup dalam tindakan nyata—dalam filosofi silih asih, silih asah, dan silih asuh.
Kini, dengan kepengurusan yang baru, Maslani mengajak anggotanya untuk tidak sekadar melihat ke belakang, tetapi melangkah maju dengan pijakan nilai yang sama kuatnya dengan pondasi Rumah Djiauw Kie Siong di belakang mereka. Bahwa berjuang untuk rakyat, bisa dilakukan oleh siapa saja yang telah "meminum air Karawang" dan mencintai tanah ini sepenuh hati.***
Editor: Ahmad Hasan S.


0 Komentar