KH. Yayan Sopian, S.Ag : Jurnalisme Adalah Tugas Mulia untuk Cegah Kebijakan Mungkar

Pesan spiritual KH.Yayan Sopian,S.Ag di acara Silaturahmi Akbar Pers 2026.


Satu Pena Menepis Mungkar: Pesan dari Jantung Industri Jawa Barat


Karawang, MajalahPerjuangan.com – Langit Karawang mulai meredup saat ribuan pewarta dari Karawang, Purwakarta dan Bekasi berkumpul di Aula Husni Hamid, Rabu (11/3/2026). Di tengah suasana khidmat hari ke-21 Ramadhan 1447 Hijriah, pertemuan bertajuk Silaturahmi Akbar Pers 2026 ini bukan sekadar ajang buka puasa bersama, melainkan sebuah refleksi atas muruah profesi jurnalis.


Sebanyak 1.500 jurnalis dari berbagai organisasi—mulai dari SMSI, FWJI, JWI, AMKI hingga PPWI—tampak memenuhi ruangan. Di antara riuh rendah diskusi mengenai industri media, sebuah pesan menyentuh relung sanubari disampaikan oleh Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang, KH Yayan Sopian,S.Ag.


Silaturahmi Akbar PERS 2026 dihadiri wartawan dari berbagai organisasi profesi kewartawanan dan perusahaan media.


Jurnalisme: Dakwah Mencegah Kemungkaran

Bagi KH Yayan, dunia kewartawanan bukanlah hal asing. Sebagai mantan jurnalis dan aktivis, ia memahami betul gesekan yang terjadi di lapangan. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa kerja jurnalistik adalah tugas mulia dalam menegakkan kebenaran, asalkan dilandasi niat yang ikhlas.


Ia menggarisbawahi peran jurnalis sebagai kontrol sosial yang efektif untuk mencegah kebijakan pemerintah yang "mungkar" atau menyimpang.


Kiri: Ahmad Hasan Pimred MajalahPerjuangan com dan KH.Yayan Sopian,S.Ag.


"Seorang jurnalis bertugas mencegah pejabat melakukan korupsi atau melanggar undang-undang melalui tulisan. Jika diberitakan berdasarkan data dan fakta untuk kemaslahatan, itu adalah tugas mulia," ujar KH Yayan di hadapan ribuan awak media.


Menurutnya, keberanian jurnalis dalam mengungkap fakta adalah bentuk nyata dari upaya amar makruf nahi mungkar (mengajak kebaikan dan mencegah keburukan) di ranah publik.


Mandiri di Tengah Raksasa Industri

Pesan spiritual tersebut berkelindan dengan semangat profesionalisme yang diusung oleh Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua SMSI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon. Ia sepakat bahwa kejujuran adalah harga mati bagi seorang jurnalis.


"Jangan pernah takut mengungkap kebenaran selama faktanya benar. Jangan gentar terhadap intimidasi pejabat, karena tugas kita adalah tugas mulia," tegas Doni dalam sambutannya.


Namun, Doni juga menyentuh sisi pragmatis yang realistis. Mengingat Karawang, Bekasi, dan Purwakarta adalah poros industri terbesar di Asia Tenggara, ia mendorong perusahaan media untuk lebih berdaya secara ekonomi.


Doni menekankan pentingnya persatuan media di tiga kabupaten ini agar mampu menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan di kawasan industri. Tujuannya satu: agar perusahaan media mampu menyejahterakan para wartawannya, sehingga integritas tetap terjaga tanpa harus terhimpit kebutuhan ekonomi.


Sore itu, di bawah atap Aula Husni Hamid, para jurnalis pulang tidak hanya dengan perut yang kenyang setelah berbuka, tetapi juga dengan semangat baru untuk tetap menjadi "penjaga gerbang" kebenaran di tengah hiruk-pikuk industrialisasi Jawa Barat.***


Laporan: Hamid/Pendi

Editor: Ahmad Hasan S.

0 Komentar