Ketua DPRD Endang Sodikin Pastikan Legislatif Dukung Penuh Gerakan Indonesia ASRI di Karawang


Karawang, MajalahPerjuangan.com
– Gerimis yang membasuh pesisir utara Karawang pada Sabtu (7/2/2026) pagi itu tidak hanya membasahi bumi, tetapi juga menjadi saksi bisu runtuhnya sekat protokoler di Kawasan Ekowisata Mangrove, Dusun Tangkolak. Di antara akar-akar bakau, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh bersama Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin, tampak bahu-membahu memunguti sampah plastik yang tersangkut.


Aksi nyata ini merupakan implementasi dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Di lokasi, tidak tampak panggung megah atau seremoni panjang. Yang ada hanyalah deretan pejabat Forkopimda, termasuk unsur TNI-Polri, yang mengenakan pakaian lapangan dan langsung bekerja di bawah rintik hujan.



Politik Pembangunan yang Membumi

Ketua DPRD Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I, SH, MH, yang hadir di tengah barisan, memberikan catatan penting mengenai aksi ini. Baginya, kehadiran seluruh unsur pimpinan daerah di hari libur bukan sekadar pencitraan, melainkan bentuk "politik pembangunan yang membumi".


"Langkah kita di Tangkolak hari ini adalah bukti bahwa politik pembangunan di Karawang bukan sekadar narasi di atas kertas, tapi tindakan nyata di lapangan. Jika pimpinan daerah saja mau kotor-kotoran memunguti sampah, ini adalah pesan kuat bagi masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya, bukan beban," ujar Endang Sodikin di sela-sela kegiatannya.


Ia menambahkan bahwa DPRD akan terus mengawal dan mendukung penuh kebijakan lingkungan yang berorientasi pada hasil konkret. Menurutnya, mangrove bukan sekadar tanaman pelindung pantai, melainkan aset ekonomi pariwisata yang harus dijaga demi kesejahteraan warga lokal.


Menjawab Arahan Pusat dengan Aksi

Senada dengan Ketua DPRD, Bupati Aep Syaepuloh menegaskan bahwa Gerakan ASRI ini merupakan tindak lanjut langsung dari Taklimat Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah.


"Presiden menegaskan Indonesia harus asri, dan hari ini kita buktikan. Hadir ke Tangkolak bukan untuk seremonial, tapi kerja nyata. Kebersihan ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan wisatawan," tegas Bupati Aep.


Integrasi antara eksekutif dan legislatif dalam memunguti sampah di hari libur ini menjadi simbol bahwa urusan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif. Bagi publik Karawang, pemandangan di Tangkolak pagi itu memberikan harapan baru: bahwa di tangan para pemimpinnya, kelestarian alam kini ditempatkan sebagai prioritas yang melampaui urusan meja birokrasi.***


Editor: Ahmad Hasan S.


0 Komentar