Dua Tahun Sejumlah Guru DTA Mengabdi Tanpa Gaji, Kang HES Siap Bantu Dorong di Rapat Anggaran

Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin, S.Pd.I, SH., MH.

Karawang, MajalahPerjuangan.com
— Di balik riuh rendah pembangunan di Kabupaten Karawang, sebuah potret buram dunia pendidikan menyeruak ke permukaan. Sejumlah guru di Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Al-Muttaqin, Kecamatan Klari, dilaporkan tidak menerima honor atau gaji selama dua tahun terakhir.


Kenyataan pahit ini terungkap saat Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Endang Sodikin, S.Pd.I., SH. MH., atau yang akrab disapa Kang HES, menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Dusun Puri Kosambi, belum lama ini.


Bertahan Demi Akhlak

Meski hak ekonomi mereka terabaikan selama 24 bulan, para pengajar di DTA Al-Muttaqin rupanya menolak untuk menyerah. Proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Bagi para guru ini, menjaga pendidikan karakter dan akhlak anak-anak di lingkungan setempat jauh lebih penting daripada sekadar hitungan materi.


"Ini adalah dedikasi yang luar biasa, namun sekaligus memprihatinkan. Kondisi kesejahteraan guru DTA ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah," ujar Kang HES di hadapan konstituennya.


Langkah Taktis Legislatif

Merespons temuan tersebut, Kang HES menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sebagai pimpinan legislatif, ia berkomitmen untuk menelusuri sumbatan yang menyebabkan tersendatnya insentif bagi para pejuang pendidikan agama tersebut.


Menurutnya, peran DTA sangat krusial dalam membentuk fondasi moral generasi muda di Karawang. Tanpa intervensi kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pengajarnya, dikhawatirkan keberlangsungan pendidikan karakter di tingkat akar rumput akan terancam.


Persoalan gaji guru DTA ini menambah daftar panjang pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memastikan keadilan sosial menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang mengabdi di jalur pendidikan non-formal.***


Editor: Ahmad Hasan S.


0 Komentar