
Jajaran Pengurus DPD PADI Kab. Karawang saat konsultasi dan konsolidasi partai.
Karawang, MajalahPerjuangan.com - Di tengah dinamisnya peta politik lokal menjelang kontestasi mendatang, kehadiran Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI) mulai memantik diskusi hangat di kalangan pemangku kepentingan di Kabupaten Karawang. PADI dinilai membawa narasi segar yang mampu menjembatani kesenjangan antara pesatnya industrialisasi dengan kesejahteraan masyarakat akar rumput.
Iwan Herma, tokoh masyarakat sekaligus praktisi pers senior yang dikenal kritis dalam mengawal isu-isu lokal Karawang, memberikan pandangannya terkait urgensi hadirnya kekuatan politik baru yang lebih membumi. Menurutnya, Karawang membutuhkan partai yang tidak hanya pandai bersolek di baliho, tetapi yang berani melakukan "social listening" secara nyata.
"Publik Karawang hari ini sudah sangat cerdas. Mereka tidak lagi mencari simbol, tapi solusi. PADI harus mampu menjawab paradoks Karawang: mengapa di tengah kepungan kawasan industri terbesar, isu pengangguran lokal dan akses pupuk bagi petani utara masih menjadi momok? Jika PADI hadir sebagai advokat bagi isu-ibu 'perut' ini, saya yakin mereka akan mendapatkan tempat di hati rakyat," tegas Iwan Herma.
Sebagai figur yang memahami denyut nadi informasi di Karawang, Iwan juga menekankan pentingnya transparansi dalam rekrutmen tenaga kerja—sebuah isu sensitif yang kerap menjadi api dalam sekam di Karawang. "Partai ini harus berani memastikan bahwa industri di Karawang benar-benar menjadi berkah bagi putra daerah, bukan sekadar penonton di rumah sendiri," tambahnya.
Sinergi Industri dan UMKM
Senada dengan hal tersebut, kalangan pengusaha lokal juga menaruh harapan pada platform yang ditawarkan PADI. Fokus partai pada digitalisasi UMKM dan penguatan ekonomi kreatif dinilai sangat relevan bagi lebih dari 55% pemilih muda di Karawang (Millennial & Gen Z) yang kini mulai mendominasi pasar kerja.
Strategi PADI yang membagi fokus pada dua klaster besar— Masyarakat Industri (Klari, Cikampek, Telukjambe) dan Masyarakat Agraris (Rengasdengklok hingga Batujaya)—dianggap sebagai langkah pemetaan politik yang sangat akurat.
PADI berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi partai musiman. Dengan memperkuat struktur hingga ke tingkat "Opinion Leaders" di tiap desa, PADI berupaya membangun ekosistem politik yang partisipatif.
"Politik adalah tentang amanat. Dan amanat terbesar di Karawang adalah memastikan petani tetap berdaulat di sawahnya, dan buruh hidup layak di industrinya," tutup narasi yang berkembang dalam diskusi terbatas para tokoh tersebut.***
Editor: Ahmad Hasan S.
0 Komentar