Sasak Bodas Terputus, Warga Desa Wadas: "Minimal Buatkan Kami Jembatan Bambu agar Tidak Memutar Jauh"

Sasak Bodas di Desa Wadas, ambruk. 

Karawang, MajalahPerjuangan.com
— Sudah berbulan-bulan lamanya, Sasak Bodas di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, tak lagi mampu menopang langkah warga. Jembatan yang menjadi urat nadi penghubung pemukiman menuju fasilitas pendidikan itu ambruk, meninggalkan lubang besar yang memutus mobilitas. Namun, hingga kini, belum ada tanda-tanda "tangan" pemerintah hadir untuk menyambung kembali harapan warga di sana.


Kekecewaan mendalam menyelimuti warga Perum Harmoni Mas. Pasalnya, ketiadaan jembatan darurat memaksa mereka menempuh jalur memutar yang jauh dan melelahkan. Pemerintah desa maupun kecamatan dinilai menutup mata terhadap urgensi akses harian ini.


H. Kurnaen (50), warga Desa Wadas. 


Terjebak Macet, Siswa Terlambat

Bagi Maryani (40), warga RT 01 RW 04 Desa Wadas, ambruknya Sasak Bodas bukan sekadar perkara infrastruktur yang rusak, melainkan beban tambahan bagi rutinitas pagi. Saban hari, ia harus bergelut dengan waktu untuk mengantar anaknya ke sekolah.


"Padahal mah, minimal dibuatkan sasak darurat dari kayu atau bambu. Supaya warga bisa menyeberang saat antar anak sekolah, tidak harus memutar jauh ke jalan interchange tol lewat Perumnas," keluh Maryani saat ditemui di depan perumahan, Rabu (11/2/2026).


Senada dengan Maryani, tokoh masyarakat setempat, H. Kurnaen (50), menyayangkan sikap pemerintah yang kurang "gercep" atau gerak cepat. Padahal, tepat di ujung jembatan tersebut berdiri tiga sekolah yang menjadi tujuan utama anak-anak setiap pagi.


Menurut Kurnaen, rute alternatif melewati jalan raya utama bukanlah solusi ideal. Alih-alih sampai tepat waktu, para orang tua dan siswa justru kerap terjebak kemacetan parah. Akibatnya, keterlambatan siswa masuk kelas menjadi pemandangan biasa yang memilukan.


Menagih Kepedulian

Kritik warga bermuara pada satu titik: absennya inisiatif pembangunan jembatan sementara. Warga tidak menuntut kemewahan beton dalam waktu semalam, melainkan solusi taktis agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak lumpuh total.


"Kami setuju kalau pemerintah desa membangun jembatan sementara dulu sebelum ada perbaikan permanen. Minimal dari bambu atau kayu agar warga bisa lewat," tegas Kurnaen.


Catatan Redaksi:

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Wadas maupun Kecamatan Telukjambe Timur belum memberikan keterangan resmi terkait rencana perbaikan atau pembangunan akses darurat di lokasi tersebut. Janji pembangunan infrastruktur kini ditunggu realisasinya, bukan sekadar menjadi catatan di atas kertas.***


Laporan: Hamid

Editor: Ahmad Hasan S. 



0 Komentar