Reses di Dapil 2, Asep Ibe Dorong Langkah Strategis Atasi Jomplangnya Kesejahteraan Tendik Karawang


Karawang, MajalahPerjuangan.com
— Aula GSG PGRI Rawamerta menjadi saksi bisu dari riuhnya aspirasi yang selama ini tertahan di ruang-ruang kelas. Selasa (10/2/2026), sebanyak 150 guru dan tenaga kependidikan (tendik) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu berkumpul, menitipkan harapan pada pundak H. Asep Syaripudin, S.T., M.M.


Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Amanat Golkar yang akrab disapa Asep Ibe ini hadir dalam agenda Reses II tahun sidang 2025/2026. Namun, pertemuan itu bukan sekadar formalitas konstitusi. Di sana, potret buram dunia pendidikan di Dapil 2—meliputi Jayakerta, Rengasdengklok, Rawamerta, Kutawaluya, dan Cilebar—terpotret jelas.


Dilema "Paruh Waktu" dan Politik Anggaran

Masalah klasik infrastruktur masih menjadi keluhan utama. Mulai dari atap sekolah yang bocor hingga fasilitas penunjang belajar yang jauh dari kata layak. Namun, yang paling menyayat hati adalah curahan hati para pendidik mengenai ketimpangan kesejahteraan.


Status sebagai PPPK paruh waktu rupanya menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan status kepegawaian, namun di sisi lain memutus akses mereka terhadap honor dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) karena terbentur juklak dan juknis.


"Kesejahteraan mereka begitu jomplang dibandingkan instansi lain. Ini harus segera direspon. Kami mendorong Pemerintah Daerah untuk mengkaji ulang bagaimana politik anggaran kita. Kesejahteraan teman-teman tendik dan guru PPPK paruh waktu ini harus ditingkatkan dan dimanusiakan," tegas Asep Ibe dengan nada lugas, saat ditemui awak media, usai acara. 


Langkah Strategis, Bukan Sekadar Janji

Bagi Asep, urusan pendidikan adalah urusan martabat bangsa. Ia menyoroti bagaimana perubahan status kepegawaian justru menciptakan celah regulasi yang merugikan para guru di lapangan. Tanpa langkah konkret dari pemerintah daerah, kondusivitas kegiatan belajar mengajar di Karawang dipertaruhkan.


"Pemerintah daerah harus mengambil langkah strategis dan konkret. Ini bukan hanya untuk Rawamerta, tapi untuk seluruh Kabupaten Karawang. Kita ingin dunia pendidikan kita kondusif, sehingga proses belajar mengajar berjalan baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita," tambahnya.


Catatan Kritis: Mengawal Harapan

Kehadiran 150 peserta yang berbicara langsung di hadapan wakil rakyatnya adalah sinyal bahwa ada sumbatan komunikasi yang harus dipecahkan. Asep Ibe berkomitmen bahwa aspirasi ini tidak akan berhenti di meja rapat reses.


"Kami sebagai perwakilan mereka di parlemen akan secepatnya merespon dan menindaklanjuti keluhan ini. Komunitas pendidikan di Rawamerta dan Karawang secara luas layak mendapatkan perhatian lebih dari sekadar angka-angka di atas kertas," pungkasnya.


Di tengah deru pembangunan industri Karawang yang kian masif, suara dari aula PGRI ini menjadi pengingat: bahwa kemajuan sebuah daerah tak akan berarti jika para pahlawan tanpa tanda jasanya masih harus berjuang untuk sekadar hidup layak.***


Laporan: Mat/Hamid

Editor: Ahmad Hasan S. 

0 Komentar