
Kiri: Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin bersama Bupati H. Aep Syaepuloh, menghadiri Rakornas 2026.
Jakarta, MajalahPerjuangan.com – Di ruang luas yang mempertemukan para pengambil kebijakan se-Indonesia, Senin (2/2/2026), suasana tak sekadar formalitas. Rakornas 2026 yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto menjadi panggung krusial bagi sinkronisasi arah bangsa. Di sana, di antara deretan menteri dan kepala daerah, Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, menangkap satu pesan kuat: kebijakan negara tak boleh lagi "jalan sendiri-sendiri."
Bagi pria yang akrab disapa HES ini, Rakornas bukan hanya ajang kumpul tahunan. Ini adalah momentum krusial untuk memastikan bahwa data yang dipegang pemerintah pusat dan daerah berada dalam satu frekuensi.
"Presiden mengumpulkan semua pengambil kebijakan supaya program Asta Cita pusat dan daerah bisa jalan seirama. Basisnya data, bukan asumsi," ujar Endang saat berbincang dengan awak media, Rabu (4/2/2026).
Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan sekaligus optimisme. Selama ini, ego sektoral dan perbedaan basis data kerap menjadi kerikil dalam sepatu pembangunan. Dengan komitmen "satu data," program-program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan lagi sekadar narasi di kancah internasional, melainkan kebijakan konkret yang menyentuh piring-piring masyarakat di pelosok Karawang.
Dari Rumah Sakit hingga Masalah SampahSampah
Presiden Prabowo dalam arahannya tak hanya bicara makro. Ia masuk ke ruang-ruang pelayanan dasar. Rumah sakit di tingkat kabupaten/kota diminta benar-benar "hidup" dan melayani, bukan sekadar tegak secara administratif. Begitu pula dengan persoalan sampah—masalah klasik yang jika diabaikan bisa merobek citra Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.
"Masalah sampah ini bisa mengganggu kenyamanan, termasuk wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia," tutur HES mengutip poin penting Presiden. Baginya, Karawang yang kini tumbuh menjadi pusat industri dan potensi wisata, harus menangkap pesan ini sebagai mandat untuk berbenah.
Mengawal Hingga ke Akar Rumput
Bagi DPRD Karawang, hasil Rakornas 2026 adalah kompas. HES menegaskan bahwa legislatif tidak akan membiarkan arahan pusat menguap begitu saja menjadi wacana di atas kertas. Implementasi di lapangan harus bisa diukur dan dirasakan langsung oleh rakyat.
"Rakornas ini bukan cuma forum koordinasi. Ini ruang strategis buat memastikan arah pembangunan Karawang tetap nyambung sama kebijakan nasional dan ujungnya berpihak ke rakyat," tegasnya dengan nada lugas.
Kini, tugas besar menanti di rumah. Sinergi antara legislatif, eksekutif, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar derap langkah pembangunan di Karawang tetap berirama dengan pusat—sebuah langkah konkret untuk memastikan bahwa pembangunan bukan hanya soal angka, tapi tentang kemaslahatan yang merata.***
Editor: Ahmad Hasan S.
0 Komentar