Wujud Syukur Masa Jabatan dan Hasil Panen, Kepala Desa Gombongsari Gelar Tabligh Akbar dan Hajat Bumi

Mubalig KH Muhidin Hasbi dari Kabupaten Bekasi saat memberikan tausiyah. 

Karawang, MajalahPerjuangan.com
— Ungkapan rasa syukur diwujudkan oleh Kepala Desa bersama masyarakat Desa Gombongsari, Kecamatan Rawamerta, melalui kegiatan Pengajian Tabligh Akbar dan Hajat Bumi yang digelar di halaman Kantor Desa Gombongsari, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka perpanjangan masa jabatan Perangkat Desa Gombongsari, sekaligus memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.


Acara keagamaan yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan mubalig KH Muhidin Hasbi dari Kabupaten Bekasi. Dalam tausiahnya, KH Muhidin Hasbi menguraikan hikmah Isra Mi’raj sebagai peristiwa spiritual yang meneguhkan keimanan, kedisiplinan dalam ibadah, serta tanggung jawab kepemimpinan, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.


Ratusan warga tampak khidmat ikuti tabligh akbar di halaman kantor Desa Gombongsari. 


Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Kecamatan Rawamerta, Kapolsek Rawamerta, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, perangkat desa, Ketua TP PKK, serta jamaah pengajian Majelis Taklim setempat. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya kebersamaan antara pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat.


Kepala Desa Gombongsari, Warjo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Tabligh Akbar dan Hajat Bumi merupakan wujud rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan kepadanya, sekaligus ungkapan terima kasih para petani atas kelancaran usaha pertanian yang selama ini mereka jalani.


Kepala Desa Gombongsari Warjo. 

“Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, syukuran perpanjangan masa jabatan Perangkat Desa Gombongsari, serta ungkapan terima kasih masyarakat petani kami satukan dalam kegiatan Tabligh Akbar dan Hajat Bumi ini,” ujar Warjo.


Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang tetap bertahan mengikuti pengajian meski cuaca mendung disertai hujan. Menurutnya, hal itu menjadi cerminan semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan.


“Alhamdulillah, walaupun hujan turun, ratusan warga tetap hadir dan khidmat mendengarkan tausiah. Ini menjadi kekuatan moral bagi kami untuk terus mengabdi dan melayani masyarakat dengan lebih baik,” pungkas Warjo.


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai syukur, gotong royong, serta tanggung jawab sosial di tengah kehidupan masyarakat desa.***


Laporan: Hamid. 

Editor: Ahmad Hasan. 


0 Komentar