Tasyakuran Kantor Baru UPTD PP Karawang Timur: Ikhtiar Menjaga Produktivitas dari Jantung Lumbung Pangan


Karawang, MajalahPerjuangan.com
– Sinar matahari pagi di Karawang Timur, Kamis (15/1/2026), terasa lebih hangat bagi para pengabdi sektor pertanian di wilayah ini. Setelah bertahun-tahun menjalankan tugas di tengah keterbatasan fasilitas, jajaran UPTD Pengelolaan Pertanian (PP) Kecamatan Karawang Timur akhirnya resmi menempati kantor baru yang lebih representatif.


Acara tasyakuran yang digelar pukul 11.00 WIB ini bukan sekadar seremoni potong tumpeng. Ia adalah simbol harapan baru bagi pelayanan petani di salah satu lumbung pangan Jawa Barat.


Kepala UPTD PP Kecamatan Karawang Timur, Intan Triana, STP., MP, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, bangunan ini adalah buah dari kesabaran dan ikhtiar panjang.


"Puji dan syukur kita haturkan kepada Allah SWT atas rahmat yang berlimpah. Setelah menunggu bertahun-tahun, kami akhirnya memiliki sarana kantor yang representatif," ujar Intan di hadapan para tamu undangan.


Ia berharap, fasilitas yang lebih baik ini menjadi pelecut semangat bagi seluruh jajarannya. "Semoga kami tambah semangat dan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para petani yang menjadi mitra utama kami," tambahnya dengan nada optimis.


Tantangan di Balik Peresmian

Hadir meresmikan kantor tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang, Drs. Rohman, M.Si. Namun, di tengah suasana syukur, Rohman memberikan catatan penting bagi dunia pertanian Karawang yang masih menghadapi tantangan besar.


Ia mengingatkan bahwa infrastruktur fisik kantor harus selaras dengan ketangguhan di lapangan. Rohman menyoroti penurunan produksi padi dalam dua tahun terakhir akibat dampak pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya pulih secara sistemik.


Tak hanya itu, masalah ekologis dan hama tetap menjadi "hantu" bagi petani. Rohman secara spesifik menyoroti masifnya perkembangbiakan hama tikus yang luar biasa cepat.


"Hama tikus ini berkembang biak setiap 21 hari. Sekali beranak, satu betina bisa menghasilkan 20 ekor. Ini ancaman nyata bagi ketahanan pangan kita," tegas Rohman.


Ia meminta agar tradisi dan gerakan Kala Gumarang—gerakan bersama membasmi tikus—lebih digiatkan kembali di tingkat desa. Selain itu, ia menekankan pentingnya normalisasi saluran air, seperti yang tengah digencarkan di wilayah Batujaya, di mana bangunan yang menghambat fungsi pengairan harus berani ditertibkan.


Sinergi dari Akar Rumput

Peresmian ini menjadi ajang silaturahmi besar bagi pemangku kepentingan pertanian di Karawang Timur. Tampak hadir jajaran pejabat kecamatan, para kepala desa dan lurah, serta perwakilan Kelompok Tani, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).


Kehadiran para tokoh masyarakat petani ini menegaskan bahwa kantor baru ini bukan sekadar gedung pemerintahan, melainkan "rumah kedua" bagi mereka untuk mengadu, berkonsultasi, dan merancang strategi demi kedaulatan pangan.


Doa bersama yang menutup rangkaian acara seolah menjadi pengingat: bahwa setinggi apa pun gedung yang dibangun, keberhasilannya diukur dari seberapa sejahtera petani yang dilayaninya.***


Laporan: Hamid

Editor: Ahmad Hasan S

0 Komentar