Sertijab Camat Rawamerta: ABPEDNAS Menagih Sinergi di Bawah Kepemimpinan Baru


Karawang, MajalahPerjuangan.com
— Di ruang Aula Kecamatan Rawamerta yang sarat akan aroma formalitas, Selasa (6/1/2026), sebuah janji baru untuk masa depan pendidikan dan pelayanan publik baru saja ditaburkan. Estafet kepemimpinan dari Angga Satria Atmaja, S.IP, kepada Dadan Nurdiansyah, S.IP, M.Kesos, bukan sekadar urusan perpindahan meja kerja, melainkan tentang menjaga napas pembangunan agar tetap sampai ke pintu-pintu rumah warga.


Misi Kemanusiaan: "Menjemput" Masa Depan

Di tengah keriuhan ucapan selamat, satu isu mencuat dan menyentuh sisi kemanusiaan: pendidikan. Camat baru, Dadan Nurdiansyah, menginisiasi program penyisiran anak usia sekolah di wilayah Rawamerta. Sebuah langkah yang langsung mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat sekaligus Wakil Ketua ABPEDNAS Kecamatan Rawamerta, Ade Juhadi.


"Jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Kami sangat mendukung program Camat baru ini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk Rawamerta," ujar Ade Juhadi dengan nada tegas saat ditemui usai acara.


Bagi warga, program ini adalah oase. Di wilayah yang sedang berkembang, akses pendidikan seringkali terbentur masalah ekonomi atau sosial. Langkah Camat untuk "turun ke bawah" menyisir anak-anak yang terancam putus sekolah menjadi bukti bahwa birokrasi mulai meletakkan empati di atas administrasi.


Menagih Profesionalisme dan Keterbukaan

Namun, dukungan tersebut bukan tanpa catatan kritis. Sebagai sosok yang dekat dengan struktur desa, Ade Juhadi mengingatkan bahwa visi besar Camat hanya bisa terwujud jika mesin birokrasi di bawahnya bergerak seirama.


Sinergi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ade menekankan pentingnya kolaborasi antara Camat, Forkopimcam, dan para kepala desa. Harapannya satu: pelayanan publik yang tidak lagi kaku dan berbelit-belit.


"Pelayanan masyarakat harus meningkat, lebih ramah, dan profesional. Jangan ada lagi sekat antara pemberi layanan dan warga," tambah Ade.


Lebih jauh, ia menyoroti aspek transparansi. Di era keterbukaan informasi, pembangunan yang dilakukan pemerintah harus mampu terkomunikasikan dengan baik. Kemitraan dengan awak media bukan sekadar soal publikasi foto kegiatan, melainkan tentang menyampaikan akuntabilitas hasil pembangunan kepada publik secara jujur dan masif.


Modal Strategis dari Bappeda

Kehadiran Dadan Nurdiansyah di Rawamerta membawa ekspektasi tinggi. Rekam jejaknya sebagai mantan Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia di Bappeda Karawang menjadi modal kuat. Masyarakat berharap, pola pikir perencanaan yang strategis dan terukur bisa langsung diimplementasikan dalam kebijakan-kebijakan di tingkat kecamatan.


Ia mewarisi fondasi yang telah dibangun oleh Angga Satria Atmaja—yang kini mengemban tugas sebagai Sekretaris DPKPP Karawang. Transisi ini pun disaksikan oleh spektrum masyarakat yang luas, mulai dari aparat keamanan, pegiat UMKM, guru PAUD, hingga Forum Anak.


Rawamerta kini menatap babak baru. Di tangan pemimpin yang memahami perencanaan dan masyarakat yang kritis mengawal kebijakan, harapan agar tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan dan tidak ada warga yang terabaikan dalam pelayanan, seharusnya bukan lagi sekadar retorika seremoni.***


Laporan: Hamid

Editor: Ahmad Hasan

0 Komentar