![]() |
| Idha Verawati Wijaya, Calon Ketua RW. 08 berhasil raih dukungan mayoritas sebanyak 202 suara |
Karawang, MajalahPerjuangan.com – Langit di atas Dusun Kedungsalam, Kelurahan Plawad, Karawang Timur, tampak muram pada Minggu (11/1/2026) pagi. Rintik gerimis perlahan turun, membasahi aspal dan menyisakan aroma tanah yang basah. Namun, mendung nyatanya tak sanggup menyurutkan langkah ratusan warga untuk keluar dari rumah.
Hari ini bukan Minggu biasa bagi warga RW 08. Di sebuah sudut lingkungan RT 31, keriuhan kecil mulai terasa sejak pukul 08.00 WIB. Mereka sedang menggelar hajatan penting: menentukan nakhoda baru melalui pemilihan Ketua RW.
![]() |
| Proses pemilihan ketua RW. 08 Kedungsalam, Kelurahan Plawad, berjalan tertib, aman dan lancar. |
Sebanyak 367 kepala keluarga dari lima RT—mulai dari RT 31 hingga RT 35—memiliki hak yang sama untuk menentukan masa depan lingkungan mereka. Bagi warga Kedungsalam, kotak suara ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan simbol kedaulatan dan semangat gotong royong yang masih terjaga erat di tengah derap modernisasi Karawang.
Dua Figur, Satu Harapan
Kontestasi kali ini mempertemukan dua sosok yang dikenal baik oleh warga. Di bilik suara, warga dihadapkan pada dua pilihan: Idha Verawati Wijaya dengan nomor urut 01, dan Amsani dengan nomor urut 02. Keduanya membawa visi yang sama, yakni membawa RW 08 ke arah yang lebih baik.
![]() |
| Lurah Plawad (Kemeja Putih) didampingi Ketua LPM monitor Pemilihan Ketua RW 08 di Dusun Kedungsalam |
Meski cuaca kurang bersahabat, antrean warga yang tertib menjadi pemandangan yang menyejukkan. Ada warga lanjut usia yang datang perlahan dengan payung di tangan, hingga pasangan muda yang membawa serta anaknya—seolah ingin mengenalkan arti demokrasi sejak dini. Senyum dan sapaan antar-tetangga menjadi bumbu yang menghangatkan suasana di tengah udara pagi yang dingin.
Kegiatan ini pun tak luput dari perhatian pemerintah setempat. Lurah Plawad, Nabiyil Anzal Diaswara, S.Tr.IP., M.A., turun langsung memantau jalannya pemungutan suara bersama jajarannya. Mengenakan pakaian dinas yang rapi namun tetap membaur, Nabiyil tampak berbincang hangat dengan warga dan panitia.
"Kami sangat mengapresiasi semangat warga RW 08. Harapannya, pemilihan ini berjalan tertib, lancar, dan sukses," ujar Nabiyil di sela-sela monitoringnya.
Bagi sang Lurah, yang terpenting bukanlah sekadar siapa yang memperoleh suara terbanyak, melainkan bagaimana proses ini mampu merekatkan kembali ikatan sosial. "Pesan saya satu: jaga kondusifitas. Siapa pun yang terpilih adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat Kedungsalam," tambahnya dengan nada tegas namun mengayomi.
Suara Rakyat Telah Bicara
Tepat pukul 14.00 WIB, proses pemungutan suara resmi ditutup. Ketegangan yang sehat menyelimuti area penghitungan suara saat Tim Sembilan—panitia penyelenggara—mulai membuka satu per satu surat suara dengan disaksikan saksi dari kedua calon.
Hasil akhir menunjukkan mandat warga jatuh kepada nomor urut 01. Idha Verawati Wijaya berhasil meraih dukungan mayoritas dengan 202 suara. Sementara itu, Amsani memperoleh 143 suara, dan terdapat 7 suara yang dinyatakan blanko atau tidak sah.
Dusun Kedungsalam hari ini memberikan pelajaran berharga: bahwa gerimis tak pernah cukup kuat untuk memadamkan api demokrasi selama warga masih memiliki semangat untuk bersatu. Di bawah tenda sederhana yang sempat basah oleh hujan, masa depan RW 08 kini telah dirajut dengan nakhoda baru dan harapan yang tetap menyala.***
Laporan: Hamid
Editor: Ahmad Hasan S.



0 Komentar