Karawang, MajalahPerjuangan.com — Transparansi proyek infrastruktur di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan. Kali ini, proyek peningkatan jalan yang menghubungkan wilayah Telagasari hingga Turi memicu kekhawatiran warga. Bukan tanpa alasan, warga mengendus adanya ketidakwajaran pada ketebalan aspal hotmix yang baru saja digelar.
"Masa sich, nilai proyek milyaran rupiah, kualitas aspal hanya setebal kue lapis, " ceplos seorang warga dengan nada humor.
Di sepanjang jalur Desa Pasirmukti hingga Desa Dayeuhluhur, aroma aspal baru memang tercium, namun fisiknya dirasa mengecewakan. Darman, salah seorang warga Desa Pasirmukti, menunjuk hamparan aspal di depan rumahnya yang tampak tipis.
![]() |
| Tim Investigasi saat terjun ke lokasi, ketebalan aspal hotmix rata-rata terukur 2 - 3 cm. |
"Paling hanya sekitar 2,5 sampai 3 sentimeter ketebalannya. Bahkan ada bagian sepanjang hampir 100 meter yang terlewat begitu saja," ujar Darman saat ditemui di lokasi, Rabu (21/1/2026).
Kondisi serupa ditemukan di Dusun Burandul, Desa Dayeuhluhur. Kurdi, warga setempat, mengeluhkan pengerjaan di depan lapangan bola desa yang dianggap tidak maksimal. Ia menyangsikan daya tahan jalan jika spesifikasi ketebalan hanya berkisar 2 sentimeter. "Kalau setipis ini, tidak akan bertahan lama. Sebentar lagi juga bolong-bolong," keluhnya.
Celah pada Papan Informasi
Kecurigaan warga kian menguat saat menilik papan informasi proyek yang terpasang. Meski mencantumkan panjang jalan 5.056 meter dan lebar 5 meter, papan tersebut justru "alpa" mencantumkan detail ketebalan aspal. Absennya data teknis ini diduga menjadi celah atau modus klasik untuk mengurangi volume pekerjaan di lapangan.
Menanggapi keluhan tersebut, Pengawas Teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang, Hendra, memberikan penjelasan singkat. Menurutnya, proyek tersebut diawali dengan pelebaran jalan menggunakan cor beton di kedua sisi sebelum dilapisi aspal hotmix.
"Mengenai bagian yang belum tergelar aspal, itu merupakan area untuk kelanjutan batas antara Desa Pasirmukti dan Pasirkamuning," jelas Hendra saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (24/1/2026).
Namun, penjelasan teknis tersebut belum menjawab keresahan warga terkait kualitas ketebalan aspal yang telah terpasang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari jajaran pejabat teras Dinas PUPR Kabupaten Karawang terkait dugaan penyusutan volume proyek tersebut.
Pembangunan infrastruktur sejatinya adalah untuk kemaslahatan publik dalam jangka panjang. Tanpa pengawasan ketat dan transparansi sejak dari papan informasi, publik khawatir anggaran daerah hanya akan menguap menjadi aspal tipis yang cepat rusak sebelum waktunya dinikmati.***
Laporan: Hamid
Editor: Ahmad Hasan S


0 Komentar