![]() |
| Serah terima SK AMKI Karawang, di Hotel Aksaya, Rabu, 7/1/2026. |
Karawang, MajalahPerjuangan.com — Di tengah deru mesin industri yang menjadi denyut nadi Kabupaten Karawang, sebuah langkah baru bagi dunia informasi resmi dipijakkan. Pada Rabu (7/1/2026), bertempat di ruang pertemuan Hotel Akhsaya yang khidmat, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Karawang resmi memulai babak barunya untuk periode 2026-2029.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus. Ia adalah sebuah jawaban atas kegelisahan industri media yang tengah berada di persimpangan jalan antara tradisi dan transformasi digital.
![]() |
| Ketua AMKI Karawang H.Endang Suryana, menerima pataka dari AMKI Jabar. |
Menolak Lari Sendirian
Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala, memberikan catatan mendalam bagi para pengurus yang baru dilantik. Baginya, membangun sebuah wadah media konvergensi bukanlah perkara mudah. Diperlukan daya tahan dan semangat yang lebih dari sekadar "ada".
"Media yang berjalan sendiri-sendiri akan cepat lelah," ujar Tundra dengan nada reflektif.
![]() |
| Foto bersama AMKI Pusat, AMKI Jawa Barat dan AMKI Karawang. |
Pesan itu menjadi jangkar bagi seluruh pengurus. Di era banjir informasi, integritas dan kolaborasi adalah mata uang yang paling berharga. AMKI Karawang di bawah kepemimpinan H. Endang Suryana diharapkan tidak hanya menjadi sekumpulan media, melainkan sebuah ekosistem profesional yang mampu menyatukan berbagai platform informasi tanpa kehilangan jati dirinya.
Amanah di Tengah Dinamika
Prosesi pelantikan berlangsung emosional saat Ketua AMKI Jawa Barat, Catur Aziyanto, menyerahkan pataka organisasi kepada H. Endang Suryana. Penyerahan bendera itu menjadi simbol estafet tanggung jawab untuk menjaga marwah demokrasi di level akar rumput.
"AMKI lahir untuk menjunjung tinggi keterbukaan. Kami dan pemerintah memiliki satu tujuan besar: memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui informasi," tegas Catur.
H. Endang Suryana—atau yang akrab disapa Endang Nupo—sadar betul akan beban di pundaknya. Sebagai nakhoda baru, ia memandang konvergensi bukan sekadar penggabungan teknologi, melainkan jembatan kemanusiaan.
"Kita harus menjadi jembatan antara media konvensional dan digital. Sinergi dengan pemerintah dan masyarakat adalah kunci agar ekosistem media kita tetap sehat dan berkelanjutan," tutur pemilik media *Nuansametro.com* tersebut.
Suara dari Daerah
Meski Bupati Karawang berhalangan hadir karena mendampingi kunjungan kerja Presiden RI di wilayah yang sama, suasana tetap hangat. Pembina AMKI Karawang, H. Asep Agustian, menyampaikan permohonan maaf pimpinan daerah, sembari tetap memberikan semangat bagi para wartawan dan pengelola media yang hadir.
Dukungan nyata juga datang dari Bakesbangpol Karawang. Aep Saepudin, mewakili instansi tersebut, menyelipkan sebuah harapan agar media-media di bawah naungan AMKI bisa turut mengangkat prestasi lokal, khususnya di bidang olahraga, ke panggung nasional.
"Kami butuh dukungan publikasi agar prestasi olahraga di Karawang bisa termotivasi dan terangkat hingga jenjang nasional," harap Aep.
Menuju Indonesia Emas
Senada dengan tema yang diusung, "Menguatkan Peran Media Konvergensi Untuk Bangsa Maju, Jabar Istimewa Menuju Indonesia Emas", kehadiran AMKI Karawang diharapkan menjadi pengawal demokrasi yang solid. Erik, anggota DPRD Karawang yang duduk sebagai penasihat, mengingatkan bahwa manfaat organisasi harus dirasakan langsung oleh publik.
Hari itu, di Karawang, sebuah komitmen telah diikrarkan. Bahwa di tengah derasnya arus informasi yang sering kali membingungkan, masih ada sekumpulan orang yang berjanji untuk tetap tegak lurus pada kebenaran, bergerak bersama, dan memastikan bahwa suara rakyat tidak pernah hilang ditelan kebisingan digital.***
Editor: Ahmad Hasan



0 Komentar