![]() |
| Ketua PGRI Cabang Rawamerta dan Kepala SDN Gombongsari, Ervan Hendar Firmansyah, S. Pd. |
Karawang, MajalahPerjuangan.com – Kebijakan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang menaikkan honorarium Guru PPPK Paruh Waktu menjadi Rp 1,5 juta disambut dengan rasa haru dan penuh syukur oleh kalangan pendidik di tingkat akar rumput. Salah satu apresiasi mendalam datang dari Ketua PGRI Cabang Rawamerta sekaligus Kepala SDN Gombongsari, Ervan Hendar Firmansyah, S. Pd.
Bagi para guru di wilayah Rawamerta, kabar ini bukan sekadar soal angka di dalam rekening, melainkan sebuah pengakuan atas martabat dan dedikasi mereka yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan di pelosok desa.
Angin Segar di Ruang Kelas
Sebagai Kepala Sekolah di SDN Gombongsari, ia merasakan betul bagaimana beratnya perjuangan para guru honorer yang selama ini mengabdi dengan honor Rp 800.000 per bulan.
"Jujur saja, ini adalah kado awal tahun yang luar biasa. Selama ini kami sering merasa tidak tega menuntut profesionalisme tinggi jika kesejahteraan mereka masih sangat terbatas. Dengan kenaikan menjadi Rp 1,5 juta ini, beban pikiran guru-guru kami berkurang. Mereka kini bisa lebih fokus memberikan ilmu tanpa harus terus-menerus cemas soal dapur rumah tangga," ungkap Ervan dengan nada penuh syukur, ditemui di ruang kerjanya. Selasa (13/01/2026).
Pemimpin yang Mendengar dengan Hati
Yang membuat para guru di Rawamerta semakin terkesan adalah keputusan Bupati Aep yang berani menetapkan angka di atas usulan awal dinas. Seperti diketahui, Dinas Pendidikan awalnya mengusulkan Rp 1.050.000, namun Bupati justru membulatkannya menjadi Rp 1,5 juta.
"Ini yang kami sebut sebagai pemimpin yang mendengarkan dengan hati. Beliau tahu persis kondisi lapangan. Bagi kami di PGRI Rawamerta, kebijakan Bapak Bupati ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap keringat para guru," tambahnya.
Balas Budi Lewat Prestasi
Sebagai Ketua PGRI Rawamerta, ia pun langsung menyerukan pesan semangat kepada seluruh anggota PGRI di wilayahnya. Kenaikan honor ini harus dijawab dengan kinerja yang lebih hebat lagi.
"Kesejahteraan sudah diperhatikan, maka kualitas mengajar harus kita tingkatkan. Kami di Rawamerta berkomitmen untuk membalas kebaikan Bapak Bupati ini dengan prestasi anak didik. Kami ingin membuktikan bahwa investasi pemerintah pada kesejahteraan guru tidak akan sia-sia."
Harapan untuk Masa Depan
Meskipun kenaikan ini belum mencapai angka ideal, langkah besar Bupati Aep dianggap sebagai pondasi kuat untuk masa depan pendidikan di Karawang yang lebih cerah.
"Terima kasih Pak Bupati, Pak Sekda, dan Pak Kadisdik. Kepercayaan ini akan kami jaga dengan dedikasi penuh di ruang-ruang kelas. Kami siap bersinergi agar tidak ada lagi istilah 'gagal bayar' karena kami pun akan tertib dalam administrasi dan pelaporan," tutupnya.***
Editor: Ahmad Hasan S.

0 Komentar