Bandung, MajalahPerjuangan.com — Di bawah langit pagi Bandung yang masih sejuk, Senin (19/1/2026), halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tampak berbeda. Ratusan pegawai berdiri dalam barisan yang rapi, namun suasananya bukan sekadar formalitas apel mingguan. Ada semangat yang coba dipupuk kembali saat matahari mulai merayap naik.
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jabar, Agustinus Herimulyanto, S.H., M.H.Li, berdiri di depan memberikan arahan. Di sampingnya, hadir pula jajaran pimpinan seperti Aspidsus, Aspidum, Aspidmil, hingga Kabag TU. Namun, pesan yang disampaikan Agustinus pagi itu menyentuh sisi paling mendasar dari seorang abdi negara: Hati Nurani.
Lebih dari Sekadar Absensi
Bagi Agustinus, kedisiplinan bukanlah soal mesin pemindai sidik jari atau jam masuk kantor semata. Ia menekankan bahwa disiplin adalah sebuah nilai yang hidup dalam setiap tindakan.
"Bukan sekadar hadir tepat waktu," ujarnya dengan nada yang lugas namun teduh. "Ini tentang ketaatan pada aturan, ketelitian dalam setiap berkas yang kita pegang, dan konsistensi untuk tetap jujur pada diri sendiri."
Pesan ini terasa relevan di tengah tuntutan publik yang kian tinggi terhadap institusi hukum. Di mata Agustinus, ketelitian bukan hanya soal teknis pekerjaan, melainkan bentuk penghormatan terhadap hak-hak masyarakat yang sedang mencari keadilan.
Menjaga Kepercayaan, Menjaga Amanah
Dalam suasana yang khidmat, Agustinus mengingatkan bahwa setiap langkah yang diambil oleh jajaran Kejati Jabar membawa dampak besar bagi masyarakat luas. Ia bicara blak-blakan mengenai pentingnya menjaga marwah institusi. Pelanggaran, sekecil apa pun itu, ibarat setitik nila yang bisa merusak kepercayaan publik yang telah dibangun dengan susah payah.
"Setiap tugas adalah amanah negara. Kita tidak hanya bertanggung jawab kepada pimpinan atau institusi," tegasnya.
Ada penekanan mendalam saat ia menutup arahannya dengan pengingat tentang dimensi spiritual dalam bekerja. Bagi korps Adhyaksa di Jawa Barat pagi itu, bekerja adalah bentuk pertanggungjawaban moral yang melampaui urusan kedinasan—sebuah janji yang juga harus dijaga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Apel pun usai. Para pegawai kembali ke ruang kerja masing-masing, membawa bekal semangat baru: bahwa integritas bukan sekadar slogan di dinding kantor, melainkan napas dalam setiap pelayanan mereka kepada masyarakat.***
Sumber: Penkum Kejati Jabar.
Editor: Ahmad Hasan S.

0 Komentar