
Bupati Karawang Aep Syaepuloh foto bersama warga, usai peresmian Pasar Cibuaya.
Karawang , MajalahPerjuangan.com – Bagi para ibu di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Selasa (30/12/2025) bukan sekadar akhir tahun biasa. Di bawah langit Cibuaya yang biru, penantian panjang selama puluhan tahun untuk memiliki pasar sendiri akhirnya terbayar lunas. Senyum lebar dan binar mata bahagia tak sanggup mereka sembunyikan saat melihat bangunan pasar baru yang kini berdiri kokoh.
Selama ini, urusan dapur adalah perjuangan jarak. Untuk mendapatkan bahan pangan segar atau sekadar menjual hasil bumi, warga harus menempuh perjalanan jauh. Kini, jarak itu telah dipangkas oleh hadirnya fasilitas yang lebih representatif, bersih, dan nyaman.
![]() |
| Pasar Cibuaya dengan fasilitas yang representatif, bersih, dan nyaman. |
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, yang hadir langsung di tengah warga, menegaskan bahwa pasar ini bukan sekadar urusan semen dan batu bata. Bagi Pemkab Karawang, pasar adalah jantung kehidupan.
"Di sinilah nanti hasil kebun, tambak ikan, hingga olahan jajanan rumahan warga bertemu dalam satu denyut ekonomi. Ini adalah ruang hidup baru bagi keluarga-keluarga di Cibuaya," ujar Bupati Aep.
![]() |
| Emak-emak ucapkan terimakasih kepada Bupati Aep, wujudkan mimpi memiliki Pasar sebagai Pusat Ekonomi warga. |
Investasi untuk Rakyat
Pembangunan pasar ini menelan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Dengan selesainya proyek ini di penghujung tahun, pasar siap beroperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi yang lebih tertata. Namun, komitmen pemerintah tidak berhenti di sini.
Aep memastikan bahwa kenyamanan warga adalah prioritas. Pada tahun 2026 mendatang, Pemkab Karawang telah menyiapkan alokasi tambahan sebesar Rp 3,5 miliar untuk menyempurnakan fasilitas pasar. Harapannya, pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi kebanggaan warga Cibuaya.
Canda di Balik "Ngaliwet"
Suasana formal kepemerintahan seketika cair saat Aep berbincang akrab dengan warga. Di tengah kerumunan, para ibu secara spontan mengajak sang Bupati untuk ngaliwet—makan bersama sebagai bentuk syukur atas berdirinya pasar tersebut.
Ajakan itu disambut Bupati Aep dengan tawa hangat. Ia berkelakar menanyakan menu wajib yang harus ada. "Goreng jengkol, ikan asin, dan sambal ya?" ucapnya yang langsung disambut gelak tawa riuh para ibu.
"Ibu-ibu tinggal masak saja, nanti uang (belanja bahannya) dari saya," tambah Aep sambil terkekeh.
Momen hangat itu menjadi penutup tahun yang manis bagi warga Pejaten. Di pasar yang baru ini, bukan hanya barang dagangan yang akan dijajakan, melainkan juga harapan baru untuk ekonomi keluarga yang lebih baik.***
Editor: Ahmad Hasan.


0 Komentar