Mengetuk Pintu Hati Bupati Karawang: Jeritan Warga Panyingkiran yang Kehilangan Tempat Berteduh

Kapolsek Rawamerta AKP Ulan Sanjaya, SH., bersama jajaran Koramil 0403/Rawamerta, BPBD dan Pemerintah Desa Panyingkiran hadir di lokasi.

Karawang, MajalahPerjuangan.com
– Bagi Amung (63), warga Dusun Ciwelut, Desa Panyingkiran, Rawamerta, malam Minggu (28/12/2025) kemarin adalah malam yang panjang dan menyesakkan. Tanpa peringatan, rumah yang selama ini menjadi tempatnya berteduh luluh lantak. Kayu-kayu penyangga yang telah lapuk dimakan usia tak lagi sanggup menopang beban, saat diterpa hujan angin, hingga akhirnya ambruk pada pukul 22.30 WIB.


Senin (29/12/2025) pagi, di antara puing-puing genteng dan kayu yang berserakan, suasana haru menyelimuti lokasi kejadian. Kapolsek Rawamerta AKP Ulan Sanjaya, SH., bersama jajaran Koramil 0403/Rawamerta, BPBD dan Pemerintah Desa Panyingkiran hadir di lokasi. Kehadiran mereka bukan sekadar meninjau kerusakan fisik, melainkan memberikan dukungan moril bagi warganya yang sedang terjepit keadaan.


Kapolsek Rawamerta AKP Ulan Sanjaya, SH., bersama jajaran Koramil 0403/Rawamerta, BPBD dan Pemerintah Desa Panyingkiran hadir di lokasi.


Kehilangan Ruang Privasi

Bagi Amung, kehilangan rumah bukan hanya soal kehilangan aset, melainkan hilangnya harga diri dan ketenangan. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia menceritakan betapa berat baginya harus menumpang di rumah tetangga.


"Saya malu kalau setiap malam harus menginap di rumah tetangga. Saya sudah satu malam di sana, tapi rasanya ingin segera pulang ke rumah sendiri, meski sekarang sudah tidak ada lagi," tutur Amung dengan nada suara yang bergetar.


Kesedihan itu bukan tanpa alasan. Rumah adalah benteng terakhir sebuah keluarga. Saat benteng itu runtuh, yang tersisa hanyalah rasa canggung dan harapan yang digantungkan pada pundak orang lain.


Kapolsek Rawamerta AKP Ulan Sanjaya, SH., bersama jajaran Koramil 0403/Rawamerta, BPBD dan Pemerintah Desa Panyingkiran hadir di lokasi.


Mengetuk Pintu Hati Pemimpin

Kehadiran aparat kepolisian, TNI, BPBD dan perangkat desa di lokasi setidaknya menjadi penawar luka bagi Amung. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat jajaran Kapolsek, Koramil, dan BPD yang langsung turun tangan melihat kondisinya.


Namun, Amung sadar, perbaikan rumah membutuhkan uluran tangan yang lebih besar. Ia menaruh harapan besar pada Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh.


"Saya mohon bantuan agar rumah saya bisa dibangun kembali. Saya berharap Bapak Bupati berkenan melihat kondisi kami dan membantu perbaikan rumah ini agar layak ditempati lagi," ucapnya lirih.


Kisah Amung adalah potret nyata tentang kerentanan hunian di pedesaan. Di balik sigapnya aparat kewilayahan, ada jeritan aspirasi tentang kebutuhan dasar akan tempat tinggal yang layak dan aman. Kini, di atas tanah RT 14 RW 04 Desa Panyingkiran, Amung hanya bisa menunggu, berharap agar puing-puing itu segera berganti menjadi dinding yang kokoh kembali.***



Reporter: Mamat

Editor: Ahmad Hasan

0 Komentar