Kolaborasi Tanpa Sekat, Resque Katar Karawang Bersihkan Sampah Liar di Saluran Sekunder Karawang

Saluran Sekunder (SS) di wilayah Karawang Barat tampak bersih dari sampah. 

Karawang, MajalahPerjuangan.com
– Matahari pagi di Jalan Malabar baru saja naik setinggi galah, Rabu (24/12/2025). Namun, di balik riuh rendah aktivitas Kelurahan Karangpawitan, puluhan orang sudah berpeluh keringat. Bukan sedang berdemo, mereka tengah berjibaku dengan tumpukan sampah liar yang menyumbat saluran sekunder (SS) di wilayah tersebut.


Pemandangan ini menjadi potret nyata betapa persoalan lingkungan tak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Di bawah komando Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, sebuah gerakan kolaborasi lintas sektoral lahir. Mulai dari petugas dinas, aparat penegak hukum, hingga warga sipil, semuanya melebur dalam satu visi: memulihkan fungsi saluran air.


Gerakan bersih bersih bersama, wujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman. 


Bahu-Membahu di Saluran Sekunder

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bukan sekadar seremoni. Di lapangan, terlihat petugas dari Dinas PUPR Bidang SDA, PJT 2, dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) bekerja berdampingan dengan warga. Tak ketinggalan, personil dari Lapas IIA Karawang, DLHK, serta aparat Polsek dan Koramil Karawang Kota turut terjun langsung.


Dengan modal tiga unit cator, mesin rumput, dan alat manual seperti golok serta arit, mereka menyisir area di belakang kantor Kelurahan Karangpawitan. Sampah-sampah plastik yang bertahun-tahun mengendap diangkat, rumput liar dipangkas, dan aliran air yang semula tersendat kini perlahan mulai kembali lancar.


"Ini adalah aksi nyata. Kita tidak ingin hanya bicara soal teori lingkungan, tapi langsung menyentuh titik masalahnya," ujar salah satu peserta di sela-sela aktivitasnya.


Kiri-Kanan: Tim MajalahPerjuangan.com bersama Ketua Rescue Karang Taruna Kab. Karawang, Candra


Semangat Solidaritas

Ketua Rescue Karang Taruna Kabupaten Karawang, Candra, tampak tak bisa menyembunyikan rasa bangganya melihat kekompakan yang tercipta. Baginya, keberhasilan aksi ini bukan diukur dari seberapa banyak sampah yang diangkut, melainkan dari seberapa kuat ikatan kerja sama antar instansi yang terjalin.


"Terima kasih kepada semua pihak yang terkait atas perhatian, dukungan, serta kerjasamanya. Berkat kolaborasi ini, program dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sukses. Kami haturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya," ungkap Candra dengan nada haru.


Candra menegaskan bahwa semangat ini tidak boleh berhenti di sini. Menurutnya, menjaga kebersihan saluran air adalah maraton, bukan lari sprint. Dibutuhkan konsistensi dan solidaritas yang terus terjaga.


Menutup kegiatan siang itu, sebuah seruan penyemangat menggema di sepanjang Jalan Malabar: "Aditiya Karya Mahatva Yodha!"—sebuah janji bakti bagi sesama. Rescue Karang Taruna membuktikan bahwa dengan tetap solid, tantangan seberat apa pun, termasuk persoalan sampah, perlahan akan menemukan solusinya.


Di penghujung hari, saluran SS Karangpawitan kini tampak lebih lega. Setidaknya, warga sekitar bisa bernapas lebih lega menyambut musim hujan, tanpa bayang-bayang genangan air yang mengancam akibat sumbatan sampah.***



Laporan: Pendi Wahid

Editor: Ahmad Hasan

0 Komentar