Target GKP Tercapai 1,4 Juta Ton: Karawang Menjaga Lumbung Padi untuk Indonesia

Kepala Dinas PKP Kab. Karawang Drs. Rohman, M.Si., saat monitoring hamparan sawah padi siap panen. 

Karawang, MajalahPerjuangan.com – Di tengah tantangan ekonomi dan cuaca yang tak menentu, sebuah angin segar berembus dari lumbung padi nasional, Kabupaten Karawang. Pemerintah membawa dua kabar besar yang menjadi "kado" bagi petani: target produksi gabah yang ambisius namun terukur, serta penurunan harga pupuk subsidi yang signifikan.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Karawang, Drs. Rohman, M. Si, menyatakan optimisme tinggi menyongsong tahun 2025. Karawang membidik target produksi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 1.4 juta ton. Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan janji Karawang untuk tetap menjadi benteng pertahanan pangan bagi Jawa Barat dan Jakarta.


"Dari target 1,4 juta, realisasi 1.411.433,14 ton, alhamdulillah tercapai," ujar Rohman kepada awak media ini, dengan nada mantap. Rabu (31/12/2025). 


Napas Lega untuk Kantong Petani

Namun, yang paling membuat para petani tersenyum lebar adalah kebijakan penurunan harga pupuk subsidi. Beban biaya produksi yang selama ini menghimpit, kini sedikit terangkat. Pemerintah memutuskan menurunkan harga rata-rata hingga 20%.


Bayangkan perubahannya: harga Pupuk Urea yang semula Rp2.250 per kilogram kini turun menjadi Rp1.800. Begitu juga dengan NPK yang turun menjadi Rp1.840, serta Pupuk Organik yang kini hanya Rp640 per kilogram.


Bagi seorang petani kecil, selisih beberapa ratus rupiah ini sangat berarti. Artinya, ada lebih banyak uang yang bisa dibawa pulang untuk keperluan dapur atau biaya sekolah anak. Kebijakan ini disebut akan menyentuh langsung kehidupan penerima manfaat, khususnya bagi 88.854 petani Karawang. 


Memastikan Pupuk "Ada", Bukan Hanya "Murah"

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Rohman menegaskan bahwa harga murah tidak akan berarti jika barangnya sulit dicari. Oleh karena itu, DPKP Karawang menjamin bahwa pada masa tanam Januari 2026, pupuk sudah tersedia dan siap dibeli di kios-kios resmi.


"Kami ingin petani fokus menanam, bukan pusing mencari pupuk. Januari nanti, saat musim tanam tiba, pupuk harus sudah ada di tangan mereka," tegasnya.


Langkah ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di sawah-sawah rakyat. Dengan biaya produksi yang lebih murah dan dukungan distribusi yang lancar, target 1,4 juta ton gabah bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang bisa diraih dengan gotong royong.


Di Karawang, masa depan pangan sedang dirajut kembali. Lewat setiap butir pupuk yang lebih terjangkau, ada harapan yang tumbuh lebih hijau di hamparan sawah kita.***


Editor: Ahmad Hasan. 

0 Komentar