Hidupkan Nadi Ekonomi dari Desa: Kades Hj Emih Resmikan Pendopo Nyi Ratu dan Wisata Kuliner Purwamekar

Kepala Desa Purwamekar Hj. Emih Fitria, saat memberikan sambutan pada acara peresmian Pendopo "Nyi Ratu" dan Wisata Kuliner. 

Karawang , MajalahPerjuangan.com –
Aroma gurih sate entog dan pedasnya comro seuhah menyeruak di antara keriuhan warga yang memadati halaman Kantor Desa Purwamekar, Kecamatan Rawamerta, Karawang, Minggu (28/12/2025) pagi. Di bawah langit akhir tahun, sebuah simbol baru harapan warga resmi berdiri: Pendopo "Nyi Ratu".


Bukan sekadar bangunan fisik, pendopo ini diresmikan sekaligus sebagai Obyek Wisata Kuliner lokal. Langkah ini menjadi strategi konkret Pemerintah Desa Purwamekar dalam menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus memutar roda ekonomi dari level akar rumput.


Kepala Dinas PKP Kab Karawang H. Rohman dan Komisi 4 DPRD Kab. Karawang H. Asep Saepudin, tampak memberikan support dengan dibuka "Wisata Kuliner" di Desa Purwamekar. 


Panggung bagi UMKM Lokal

Sejak pagi, 20 gerai UMKM telah berjejer rapi. Mereka adalah para penggerak ekonomi desa yang selama ini mungkin luput dari pandangan skala besar. Ragam menu otentik disajikan, mulai dari kudapan tradisional seperti pecel mendoan, pisang crispy, hingga nasi tutug oncom yang menggugah selera. Tak ketinggalan, minuman segar kekinian seperti "Es Teh Oplos" dan bakso pentol menjadi magnet bagi pengunjung anak muda hingga orang tua.


Kehadiran pusat kuliner ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah sesaat, tetapi menjadi destinasi yang konsisten menghidupi keluarga-keluarga di Purwamekar.


Wisata Kuliner dimeriahkan pembukaan 20 stand Aneka Makanan. 


Kolaborasi Lintas Sektor

Peresmian ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Kabupaten Karawang, H. Rohman, serta Anggota Komisi 4 DPRD Karawang dari Fraksi Golkar, H. Asep Saepudin, yang akrab disapa Ibe.


Dalam kegiatan ini, Dinas PKP Karawang menyediakan paket beras 5 kilogram dengan harga Rp50.000. Harga yang jauh di bawah pasar ini disambut antusias oleh masyarakat. Gerakan Pangan Murah (GPM) bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen pemerintah untuk memastikan akses pangan tetap terjangkau di tingkat desa serta salah satu ikhtiar pengendalian inflasi. 


Kepala Dinas PKP Kabupaten Karawang, H. Rohman, menegaskan bahwa kehadiran GPM di tengah peresmian pendopo adalah bentuk sinergi. "Kami ingin memastikan bahwa saat kita bicara ketahanan pangan, masyarakat langsung merasakan dampaknya. Beras murah ini adalah stimulus agar beban rumah tangga berkurang, sementara pendopo kuliner adalah wadah agar pendapatan warga bertambah," ujarnya.




Senada dengan itu, H. Asep Saepudin (Ibe) menekankan pentingnya keberlanjutan. "Pendopo ini adalah ruang. Isinya adalah semangat gotong royong. Kita ingin UMKM kita naik kelas, dan Purwamekar punya potensi besar untuk itu," ujarnya di sela-sela meninjau stan pedagang.


Menuju Kemandirian Desa

Kepala Desa Purwamekar Hj. Emih beserta jajaran perangkat desa tampak haru melihat antusiasme warga. Bagi mereka, Pendopo Nyi Ratu adalah ikhtiar untuk menjadikan kantor desa bukan sekadar tempat mengurus administrasi, melainkan ruang publik yang produktif.


Dengan dibukanya Obyek Wisata Kuliner ini, warga Rawamerta kini memiliki pilihan destinasi baru. Sebuah tempat di mana piring-piring makanan yang disajikan bukan sekadar penghilang lapar, melainkan simbol kemandirian ekonomi desa yang sedang bertumbuh. ***


Laporan: Hamid

Editor: Ahmad Hasan

0 Komentar