![]() |
| Kepala Desa Pasirkaliki Engkos Koswara saat memberikan sambutan. |
Karawang, MajalahPerjuangan.com – Langit di atas Rawamerta tampak berselimut mendung, Rabu (24/12/2025). Tak lama kemudian, rintik gerimis mulai membasahi bumi. Namun, dinginnya cuaca pagi itu tak sedikit pun menyurutkan semangat ratusan ibu-ibu jamaah majelis taklim untuk berduyun-duyun memadati halaman Kantor Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang.
Mengenakan pakaian muslimah yang rapi, mereka hadir dengan satu tujuan mulia: memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sebuah peristiwa agung yang menceritakan perjalanan spiritual Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga menembus langit menuju Sidratul Muntaha dalam satu malam untuk menjemput perintah salat lima waktu.
![]() |
| Ratusan Warga Desa Pasirkaliki tampak memadati halaman kantor Desa. |
Refleksi Spiritual di Tengah Warga
Suasana khidmat begitu terasa saat KH Agus Fudoli mulai menyampaikan tausiyahnya. Di antara deru rintik hujan, pesan-pesan tentang ketaatan dan kesabaran tersampaikan dengan jernih.
Acara ini bukan sekadar seremoni keagamaan tahunan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat—mulai dari tokoh ulama, tokoh petani, pengurus DKM Al-Muhajirin, Majelis Taklim Al-Hidayah, hingga energi muda dari Ikatan Remaja Masjid—menunjukkan betapa kuatnya ikatan silaturahmi di desa ini.
Kepala Desa Pasirkaliki, Engkos Koswara, yang hadir didampingi seluruh jajaran perangkat desa, tampak haru melihat antusiasme warganya. Bagi Engkos, Isra Mi'raj adalah momentum untuk berefleksi, baik secara pribadi maupun dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
Dari "Maju" Menuju "Desa Mandiri"
Dalam sambutannya yang penuh hangat, Engkos Koswara membawa kabar baik yang memicu optimisme. Ia menyampaikan bahwa berkat doa dan dukungan seluruh warga, Desa Pasirkaliki kini bersiap menapaki babak baru.
"Alhamdulillah, berkat doa kita semua, status Pasirkaliki kini telah naik dari 'desa berkembang' menjadi 'desa maju' untuk tahun 2026. Harapan kita bersama, ke depan desa ini bisa terus naik kelas menjadi 'desa mandiri'," ujar Engkos di hadapan ratusan jamaah.
Namun, Engkos menyadari bahwa kemandirian desa tidak hanya diukur dari angka statistik, melainkan juga dari kualitas hidup warganya. Di tengah kemeriahan acara religi tersebut, ia menyelipkan pesan sosial yang sangat mendasar: kesehatan lingkungan.
Ia mengajak warga yang rumah atau lingkungannya belum memiliki fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang layak untuk segera melapor. Pemerintah Desa berkomitmen untuk menjembatani permohonan tersebut kepada Dinas PRKP Kabupaten Karawang.
Harapan di Balik Mendung
Peringatan Isra Mi’raj di Desa Pasirkaliki tahun ini seolah menjadi simbol perjalanan desa itu sendiri. Seperti perjalanan Nabi yang penuh tantangan namun berujung pada kemuliaan, Pasirkaliki pun sedang berikhtiar memperbaiki diri.
Hujan gerimis yang turun hingga akhir acara justru terasa seperti berkah yang mendinginkan suasana. Warga pulang dengan membawa dua bekal berharga: ketenangan batin dari siraman rohani, dan harapan baru akan desa yang lebih sejahtera serta mandiri.***
Laporan: Hamid
Editor: Ahmad Hasan


0 Komentar