![]() |
| Ketua PERADI Karawang, Asep Agustian, S.H., M.H. |
Karawang, MajalahPerjuangan.com – Sebuah langkah berani dan sarat risiko tengah diambil Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh. Demi mengejar target efisiensi anggaran hingga Rp 100 miliar, ia merombak besar-besaran struktur birokrasi, melebur sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kebijakan ini, yang sempat dipuji Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, dinilai sebagian pihak terlalu "nekad" dan berpotensi menggerus popularitasnya.
Langkah efisiensi ini merupakan respons atas pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat yang cukup signifikan. Karawang butuh "tangan dingin" untuk menjaga laju pembangunan.
Penggabungan OPD seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) dengan Dinas Koperasi dan UMKM, serta peleburan Dinas Perikanan ke dalam Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, secara otomatis menghilangkan banyak posisi strategis. Inilah titik dilema yang disadari betul oleh Bupati Aep.
"Saya tahu-lah dampaknya pasti akan banyak pejabat yang membenci saya. Tapi ini harus saya lakukan, agar pembangunan terus berjalan dan dapat dirasakan masyarakat secara langsung," ujar Bupati Aep, kepada awak media, belum lama ini.
Efisiensi anggaran ini tak hanya melalui peleburan OPD, tetapi juga pemangkasan jabatan Kasi hingga tingkat kecamatan. Dua langkah strategis ini diambil sebagai kompensasi agar Bupati Aep tidak perlu memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
"Tidak ada pemotongan TPP, maka kinerjanya juga harus ditingkatkan. Tentunya, pelayanan terhadap masyarakat juga harus ditingkatkan," tegasnya, menuntut komitmen para aparaturnya.
![]() |
| Bupati Aep, saat berdiskusi santai seputar kebijakan pemerintah daerah dengan Ketua PERADI Karawang, Asep Agustian, SH. MH, Jumat (21/11/2025). |
Demi Rakyat, Popularitas Nomor Dua
Menyikapi kebijakan Bupati Karawang tersebut, Ketua PERADI Karawang, Asep Agustian—yang akrab disapa Askun—menyatakan dukungan penuh. Ia justru meminta Bupati Aep konsisten pada idealisme kepemimpinan, dan tidak terganggu dengan isu popularitas.
"Gak apa-apalah dibenci pejabat, yang penting kan dicintai rakyat ya! Toh, pada akhirnya nanti masyarakat yang akan menilai sendiri terhadap apa-apa yang dilakukan Pak Bupati demi Karawang Maju," tutur Askun.
Bagi Askun, Bupati Aep adalah sosok yang fokus pada kerja-kerja perencanaan, bukan pada hingar-bingar media sosial. "Maka ketika ada sebagian orang 'nyinyir' khususnya di media sosial yang mempertanyakan kemana Bupati Aep, beliau tidak akan terlalu memikirkannya. Beliau tetap akan fokus," jelasnya.
Askun juga mencatat keterbukaan Bupati Aep, termasuk apresiasinya kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi atas bantuan pembangunan di Karawang, menunjukkan sinergi yang terjaga antara daerah dan provinsi.
"Secara pribadi dan kelembagaan PERADI, saya mendukung penuh kebijakan efisiensi anggaran ini. Pak Bupati jangan takut dibenci pejabat. Pokoknya maju terus, mari kita sama-sama berbuat yang terbaik untuk Karawang Maju," tutup Askun.
Keputusan Bupati Aep memang terasa pahit di lidah birokrasi, namun ia berharap kebijakan ini akan berbuah manis bagi stabilitas anggaran dan laju pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Karawang. (Ahass).


0 Komentar