![]() |
| drg. Putih Sari, anggota DPR RI, Komisi IX, dari Fraksi Gerindra, sosialisasi MBG di Rawamerta. |
Karawang, MajalahPerjuangan.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Komisi IX, dari Fraksi Gerindra, drg. Putih Sari, turun langsung ke Rawamerta, Karawang, hari ini, Jumat (14/11), untuk menyosialisasikan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Bertempat di Gedung Serba Guna PGRI Rawamerta, Karawang, sejak pukul 13.00 WIB, acara ini menjadi ajang edukasi pentingnya gizi dan konsolidasi dukungan untuk keberhasilan program.
Dengan gaya komunikasi yang hangat, Putih Sari mengajak ratusan hadirin, termasuk tokoh masyarakat, tenaga pendidik, dan perwakilan UMKM lokal, untuk memahami inti dari Program MBG. Ia menegaskan, program ini bukan sekadar bantuan makanan biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang negara untuk menekan angka malnutrisi dan stunting pada kelompok rentan, seperti balita, anak sekolah, serta ibu hamil dan menyusui.
Kolaborasi Tiga Pilar untuk Masa Depan Sehat
Sebagai wakil rakyat yang membidangi kesehatan, Putih Sari aktif menggandeng mitra kerja di daerah pemilihannya, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN), untuk memastikan program ini tersampaikan hingga ke tingkat akar rumput.
"Gizi adalah hak mendasar setiap anak bangsa. Melalui MBG, kita memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan terbaik, sehingga mereka tumbuh cerdas dan sehat," ujar Putih Sari, disambut tepuk tangan hadirin. Ia menambahkan bahwa suksesnya program ini sangat bergantung pada semangat gotong royong semua pihak.
Sosialisasi ini menyoroti tiga pilar utama keberhasilan MBG:
Edukasi Gizi: Memberi pemahaman kepada masyarakat dan tenaga pendidik tentang menu bergizi seimbang yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) program.
Operasional yang Transparan: Menjelaskan mekanisme program, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum setempat, hingga proses distribusi, harus berjalan akuntabel.
Penguatan Ekonomi Lokal: MBG dirancang untuk memberdayakan ekonomi setempat. Bahan makanan wajib disuplai oleh pelaku UMKM lokal, petani, peternak, dan nelayan di sekitar lokasi pelaksanaan.
"Ini adalah peluang emas bagi ibu-ibu pemilik warung, petani, dan peternak kita. Program ini tidak hanya memberi gizi untuk anak-anak, tetapi juga memberikan gizi untuk perekonomian lokal," tegas Putih Sari, yang sebelumnya juga gencar menyosialisasikan program ini di Bekasi dan Purwakarta.
Acara di Rawamerta ini secara keseluruhan menjadi representasi upaya kolaboratif antara pemerintah (melalui perwakilan DPR dan BGN) dan mitra di lapangan. Tujuannya satu: memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, menginspirasi semangat hidup sehat, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Karawang.
(Hamid/Ahass)
.



0 Komentar