![]() |
| Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy Irwan Virantama, SH, MH. |
Karawang, MajalahPerjuangan.com – Di bawah langit Karawang yang mulai teduh pada Kamis (5/2/2026), sebuah momen penting bagi penegakan hukum di "Kota Pangkal Perjuangan" berlangsung. Di dalam gedung Kejaksaan Negeri Karawang, suasananya bukan sekadar tentang pelantikan pejabat baru, melainkan tentang menjaga api pengabdian agar tidak padam.
Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Dedy Irwan Virantama, SH, MH, berdiri tegak memimpin pengambilan sumpah. Bagi Dedy, rotasi jabatan ini adalah denyut nadi organisasi yang terus bergerak. Ia bukan sekadar perpindahan meja kerja, melainkan penguatan fondasi agar institusi ini semakin lincah merespons kebutuhan hukum masyarakat.
Wajah-Wajah Penjaga Amanah
Tiga nama baru kini memegang nakhoda di bidang-bidang krusial. Yessi Puspita Asuki, SH, MH.,resmi mengemban tanggung jawab sebagai Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Di pundaknya, urusan legalitas dan pendampingan negara kini bersandar.
![]() |
| Yessi Puspita Asuki, SH, MH., mengemban tanggung jawab sebagai Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara |
Sementara itu, Moslem Haraki, SH, MH., beralih peran untuk menakhodai kursi Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus), sebuah lini yang sering menjadi tumpuan harapan publik dalam pemberantasan korupsi. Melengkapi formasi baru ini, Mario Nicolas, SH., hadir sebagai Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti—posisi yang menuntut ketelitian tinggi dalam menyelamatkan aset negara.
![]() |
| Moslem Haraki, SH, MH., beralih peran menakhodai kursi Kasi Tindak Pidana Khusus |
Jejak yang Tak Terhapus
Setiap pelantikan selalu membawa dua sisi mata uang: selamat datang dan terima kasih. Penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada Tri Yulianto Satyadi, Moslem Haraki (dalam peran sebelumnya), dan Agus Maryanto. Mereka pergi meninggalkan jejak dedikasi dan loyalitas yang telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan Kejari Karawang.
"Terima kasih atas kebersamaan yang telah terukir," menjadi kalimat penutup yang hangat, menegaskan bahwa di balik seragam yang kaku, ada ikatan kekeluargaan yang erat.
![]() |
| Mario Nicolas, SH., sebagai Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti |
Hukum yang Lebih Humanis
Harapan besar yang disampirkan kepada para pejabat baru ini bukan sekadar soal angka perkara, melainkan soal rasa. Semangat pengabdian yang diminta adalah pelayanan hukum yang "humanis dan berkeadilan". Sebuah pesan kuat bahwa hukum tidak boleh kehilangan nuraninya.
Kini, setelah prosesi sumpah usai, tantangan sesungguhnya dimulai. Masyarakat Karawang menanti bagaimana integritas dan profesionalisme itu diterjemahkan dalam kerja-kerja nyata di lapangan. Amanah telah berpindah tangan, namun tujuannya tetap satu: keadilan yang memanusiakan manusia.***
Sumber: Instagram@kejari.karawang
Editor: Ahmad Hasan S.




0 Komentar