Senyum Petani Terselamatkan: PJT II Gerak Cepat, Pasokan Air di Tegalsawah Kembali Normal

Pengamat PJT II Johar Karawang Timur, Yudhi

Karawang, MajalahPerjuangan.com
— Sinergi dan empati ditunjukkan oleh pengelola irigasi di Karawang Timur. Kekhawatiran para petani di Desa Tegalsawah yang terancam gagal olah lahan akibat kekurangan pasokan air akhirnya terjawab tuntas berkat respons cepat dan bijaksana dari PJT II Johar.


Pengamat PJT II Johar Karawang Timur, Yudhi, mengambil langkah taktis di tengah pekerjaan normalisasi saluran sekunder. Ia memutuskan untuk menghentikan sementara proyek pembersihan saluran demi membuka penuh pintu air bagi petani yang sedang sangat membutuhkan. 


Kebutuhan air mendesak ini muncul dari petani di Dusun Cidampuy yang tengah berada pada masa krusial pengolahan lahan sawah. Saluran Sekunder dari Bendung SS Tgs Taneuh Beureum hingga Dusun Karees, yang sedang dinormalisasi secara manual, menjadi satu-satunya sumber pasokan vital mereka.


Tim PJT II Johar dikerahkan untuk mengatasi penyebab sumbatan air ke areal sawah petani. 


"Yah, kami merespon permintaan para petani dan mendahulukan petani untuk membuka pintu air sesuai kebutuhan petani," ujar Yudhi saat dikonfirmasi langsung di lokasi, Bangun SS Tgs 2 Taneuh Beureum, Desa Tegalsawah, Rabu (26/11).


Keputusan Berani demi 'Nyawa' Petani

Yudhi menjelaskan, meskipun pekerjaan normalisasi sudah berjalan lima hari, permintaan petani adalah prioritas utama. Tak hanya menghentikan proyek, ia juga langsung mengerahkan timnya untuk mengatasi penyebab sumbatan air.


"Saya saat ini juga langsung mengerahkan anak buah untuk mengangkat sampah yang tersumbat di Bangun SS Tgs2 Taneuh Beureum agar air lancar sesuai yang dibutuhkan para petani yang memohon kepada saya," tegas Yudhi.


Langkah ini membuktikan bahwa PJT II tidak hanya fokus pada pekerjaan fisik, tetapi juga menempatkan nasib petani sebagai pertimbangan utama.


Rasa Syukur yang Mendalam dari Kelompok Tani

Keputusan cepat ini disambut dengan kelegaan luar biasa oleh komunitas petani setempat. Ahmad Dahlan, Ketua Kelompok Tani Dusun Cidampuy, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas tindakan PJT II.


"Air ini adalah nyawa bagi tanaman kami, bagi keluarga kami. Kami sempat panik karena kalau air tidak ada sekarang, pengolahan tanah pasti gagal, dan itu artinya terancam gagal tanam," kata Ahmad.


Ia menggarisbawahi bahwa tindakan Bapak Yudhi adalah bantuan tak ternilai dan menunjukkan kepedulian yang nyata. Aliran air yang kembali lancar kini menghilangkan kekhawatiran ribuan petani yang menggantungkan hidup dari sawah.


Para petani berharap sinergi dan komunikasi yang baik antara mereka dengan petugas PJT II di lapangan dapat terus terjalin. Sebagai bentuk timbal balik, mereka juga berjanji akan aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan saluran irigasi.


Aksi cepat tanggap ini menjadi inspirasi bahwa kolaborasi dan empati dalam mengelola sumber daya air adalah kunci utama untuk menjaga kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat petani. 


(Hamid/Ahass). 


0 Komentar